Nasional . 15/01/2026, 13:53 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, kemampuan kepala daerah dalam berinovasi, berani mengambil terobosan, serta kreatif mengelola potensi wilayah menjadi kunci utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Mendagri saat menjadi narasumber dalam talk show Semangat Awal Tahun 2026 bertajuk “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas” yang digelar di IDN Headquarters (HQ), Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.
Menurut Mendagri, salah satu tolok ukur penting keberhasilan pembangunan di daerah adalah tingkat kemandirian fiskal. Daerah yang memiliki kekuatan keuangan dinilai lebih leluasa dan cepat dalam merealisasikan program pembangunan tanpa terlalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
“Keberhasilan suatu daerah itu adalah kemandirian fiskal. Jadi kalau kemandirian fiskal mereka kuat, keuangan daerah itu kuat, dia membuat program apa saja gampang, mau ide apanya (apa pun) itu, bisa (lebih mudah) dieksekusi,” ujar Mendagri.
Ia menjelaskan, kemandirian fiskal sangat berkaitan dengan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang didukung oleh iklim usaha dan aktivitas ekonomi yang sehat. Meski bantuan pusat tetap dibutuhkan, daerah didorong untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan tersebut.
Tito mencontohkan sejumlah wilayah yang berhasil memperkuat basis ekonominya. Kabupaten Badung di Bali, misalnya, mampu menopang sebagian besar APBD melalui sektor pariwisata lewat pajak hotel dan restoran. Sementara itu, daerah seperti Timika dan Bojonegoro memperoleh pendapatan besar dari pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan secara optimal.
Namun, ia juga mengakui masih banyak daerah yang PAD-nya relatif rendah karena sektor swasta belum berkembang secara maksimal. Akibatnya, daerah-daerah tersebut masih sangat bergantung pada belanja pemerintah dan dana transfer dari pusat.
Untuk itu, Mendagri mendorong kepala daerah agar mengubah pola pikir, tidak hanya fokus pada pengelolaan belanja, tetapi juga aktif mencari dan menciptakan sumber-sumber pendapatan baru melalui inovasi serta pemanfaatan potensi lokal.
Salah satu strategi penting yang ditekankan adalah penyederhanaan perizinan. Mendagri menilai kemudahan berusaha menjadi faktor krusial dalam menarik investasi dan menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Jadi berpikirlah lebih banyak, bagaimana nyari pendapatan. Ini membutuhkan kreativitas, salah satunya adalah mempermudah perizinan,” ujarnya.
Selain itu, Mendagri juga menyoroti pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha, termasuk asosiasi pengusaha dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Dialog ini dinilai penting untuk menggali potensi ekonomi daerah sekaligus merumuskan kebijakan yang tepat.
Di akhir, Mendagri menegaskan bahwa daerah yang mampu menjaga pendapatan tetap tinggi dan mengelola belanja secara efisien akan tumbuh lebih cepat dan mandiri, sejalan dengan visi nasional menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kalau bisa dia jaga pendapatannya itu tinggi, belanjanya bisa dihemat, otomatis daerah itu akan maju dan tidak tergantung (pada) pemerintah pusat,” tandasnya.
Anisha Aprilia/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media