Nasional . 16/01/2026, 18:59 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Banyak yang mengira pustakawan hanya bekerja di perpustakaan konvensional. Anggapan ini membuat formasi pustakawan relatif sepi peminat.
Faktanya, pustakawan sangat dibutuhkan di perguruan tinggi negeri, lembaga riset, hingga kementerian, terutama untuk mengelola literasi digital, jurnal ilmiah, dan basis data pengetahuan.
Meski perannya sangat penting dalam perumusan kebijakan berbasis data, formasi statistisi jarang menjadi sorotan.
Kualifikasi pendidikan yang spesifik, seperti statistika atau matematika terapan, membuat jumlah pelamar terbatas. Kondisi ini menjadikan persaingan di formasi ini relatif lebih longgar dibanding formasi umum.
Di tengah meningkatnya risiko bencana alam, justru analis kebencanaan masih tergolong sepi peminat.
Formasi ini biasanya tersedia di BNPB, BPBD, dan instansi daerah. Lokasi penempatan yang sering berada di wilayah rawan bencana membuat sebagian pelamar enggan mendaftar, padahal kebutuhan instansinya sangat tinggi.
Formasi pengadaan kerap dihindari karena dianggap memiliki tanggung jawab besar dan penuh risiko.
Namun kenyataannya, hampir semua instansi membutuhkan pengelola pengadaan bersertifikat, sehingga formasi ini nyaris selalu tersedia dengan jumlah pelamar yang tidak terlalu banyak.
Formasi IT di instansi pusat selalu diserbu pelamar. Namun berbeda halnya dengan pranata komputer di daerah.
Penempatan di wilayah non-perkotaan atau luar Jawa membuat peminatnya lebih sedikit. Padahal, peluang lolos seleksi di daerah biasanya jauh lebih besar dibanding instansi pusat di kota besar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media