Pendidikan . 16/01/2026, 20:38 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Kesalahan kecil seperti satu huruf berbeda pada nama, spasi ganda, atau format tanggal lahir yang tidak sesuai sudah cukup membuat sistem gagal mendeteksi data.
SNPMB 2026 hanya menerima lulusan tahun 2024, 2025, dan 2026. Peserta di luar rentang tersebut otomatis tidak akan muncul di sistem, meskipun NISN masih tercatat aktif.
Bagi siswa kelas 12, perlu dipahami bahwa kesalahan data tidak bisa diperbaiki langsung di laman SNPMB. Data seperti:
NISN
Nama lengkap
Tempat dan tanggal lahir
Jenis kelamin
harus diperbaiki terlebih dahulu melalui DAPODIK (untuk sekolah umum) atau EMIS (untuk madrasah).
Segera melapor ke operator sekolah
Operator melakukan pembaruan data di DAPODIK/EMIS
Menunggu proses sinkronisasi dan verifikasi pusat
Data otomatis diperbarui di sistem SNPMB 2026
Proses ini memang membutuhkan waktu, tetapi menjadi satu-satunya jalur resmi agar data terbaca dengan benar.
Berbeda dengan siswa aktif, lulusan tahun sebelumnya atau peserta gap year dapat melakukan pengecekan secara mandiri.
Langkah yang disarankan:
Cek status NISN melalui laman resmi Kemdikbud
Masukkan identitas pribadi sesuai dokumen resmi
Jika ditemukan kesalahan, ajukan perbaikan melalui laman verval lulusan
Pastikan data sudah sinkron dengan Pusdatin
Setelah proses verval selesai, sistem SNPMB 2026 akan membaca data secara otomatis.
Tidak munculnya data di akun SNPMB memang bisa memicu kepanikan, apalagi bagi siswa yang sedang dikejar waktu.
Namun, penting dipahami bahwa masalah ini umum terjadi setiap tahun dan hampir selalu bisa diselesaikan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media