Hukum dan Kriminal . 18/01/2026, 18:22 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Intisari Berita:
fin.co.id - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut akhirnya angkat bicara secara terbuka terkait polemik kuota haji tambahan 20.000 jamaah pada musim haji 2024.
Pernyataan ini disampaikan setelah dirinya resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam pengakuannya, Gus Yaqut menegaskan bahwa proses pengurusan kuota haji tambahan tersebut tidak sepenuhnya berada dalam pengetahuannya.
Bahkan, ia mengaku tidak dilibatkan langsung dalam proses lobi hingga penerimaan kuota tambahan dari Pemerintah Arab Saudi.
Menurut Gus Yaqut, kuota haji tambahan tersebut justru diterima langsung oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada Oktober 2023, atau saat tahapan persiapan teknis penyelenggaraan haji sudah memasuki fase krusial.
Gus Yaqut mengungkapkan bahwa kuota tambahan 20.000 jamaah haji diterima Presiden Jokowi secara langsung dari Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Hal itu disampaikannya dalam siniar YouTube Ruang Publik dikutp Minggu, 18 Januari 2026.
“Yang kita dapat tambahan itu di ujung proses. Sudah mepet, sudah mendekati berakhirnya proses persiapan teknis. Itu di bulan Oktober 2023. Itu diterima langsung oleh Presiden kita pada waktu itu, Presiden Jokowi dari Pangeran MBS,” ujar Gus Yaqut.
Ia menegaskan bahwa saat proses tersebut berlangsung, dirinya tidak berada dalam rombongan dan tidak mengetahui detail teknis pembahasan tambahan kuota haji tersebut.
Yang cukup mengejutkan, Gus Yaqut menyebut bahwa Presiden Jokowi justru didampingi oleh sejumlah menteri lain, bukan Menteri Agama, dalam proses penerimaan kuota tambahan tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media