Internasional . 21/01/2026, 21:55 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Jumlah tersebut setara dengan sekitar seperlima cadangan minyak global, menjadikan Venezuela aset strategis penting dalam peta energi dunia, terutama di tengah ketegangan geopolitik global.
Situasi politik Venezuela semakin memanas sejak 3 Januari, ketika Amerika Serikat melancarkan serangan mendadak ke Caracas dan menculik Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya dari sebuah pangkalan militer.
Aksi tersebut menuai kecaman keras dari komunitas internasional. Banyak pemerintah dan analis menyebut langkah AS sebagai preseden berbahaya dalam hubungan internasional, karena dianggap melanggar kedaulatan negara lain.
Sejak penangkapan tersebut, Delcy Rodriguez ditunjuk untuk memimpin transisi pemerintahan Venezuela.
Untuk menenangkan pasar dan investor internasional, pemerintahan transisi mulai melakukan langkah reformasi.
Pada Senin, parlemen Venezuela yang dikendalikan oleh Jorge Rodriguez saudara Delcy mengumumkan rencana mereformasi 29 undang-undang, termasuk regulasi investasi asing di sektor minyak.
Saat ini, perusahaan asing hanya boleh beroperasi melalui usaha patungan dengan perusahaan minyak negara PDVSA, yang tetap memegang saham mayoritas.
“Investasi asing perlu dilindungi dan menguntungkan,” tegas Jorge Rodriguez.
Sebagai sinyal keseriusan membuka diri, Delcy Rodriguez menunjuk Calixto Ortega, seorang bankir lulusan Amerika Serikat, untuk memimpin badan investasi utama Venezuela.
Ortega bukan sosok asing dalam hubungan bilateral kedua negara. Ia pernah menjabat sebagai kepala bank sentral Venezuela dan sebelumnya ditempatkan sebagai diplomat di Houston, pusat industri penyulingan minyak Amerika Serikat.
Ia menggantikan Alex Saab, sosok kontroversial yang dianggap dekat dengan Maduro dan baru saja dicopot dari jabatan Menteri Perindustrian.
Donald Trump secara terbuka mengklaim bahwa Washington kini secara efektif mengendalikan Venezuela, menyusul penculikan Maduro dan penahanannya di penjara New York.
Trump juga mengejutkan publik internasional dengan menunjuk Delcy Rodriguez, bukan tokoh oposisi populer Maria Corina Machado, sebagai pemimpin transisi negara tersebut.
Meski demikian, Trump mengaku masih membuka komunikasi dengan Machado. Bahkan, ia menyebut kemungkinan melibatkan peraih Hadiah Nobel Perdamaian itu dalam proses politik Venezuela.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media