Internasional . 22/01/2026, 09:17 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Zionis Israel tak henti-hentinya menyerang Gaza. Dalam serang terbaru yang dilancarkan pada Rabu 21 Januari 2026, Israel membunuh 11 orang termasuk 3 orang jurnalis dan dua anak lak-laki berusia 13 tahun.
Para pejabat kesehatan Palestina mengatakan, serangan udara Israel itu menargetkan mobil jurnalis yang ditumpangi 3 jurnalis Palestina yang sedang bepergian untuk meliput kamp pengungsi yang baru didirikan di daerah Netzarim di Gaza tengah.
"Para reporter meningal saat sedang menjalankan misi kemanusiaan dan jurnalistik untuk merekam dan mendokumentasikan penderitaan warga sipil" tulis Serikat Jurnalis Palestina dikutip dari The Guardian.
Para jurnalis yang tewas diidentifikasi sebagai Mohammed Salah Qashta, Abdul Raouf Shaat, dan Anas Ghneim.
Shaat adalah kontributor tetap Agence France-Presse sebagai jurnalis foto dan video, meskipun agensi tersebut mengatakan dia tidak sedang bertugas pada saat serangan terjadi.
Para jurnalis lokal mengatakan pekerjaan mereka disponsori oleh Komite Bantuan Mesir, yang mengawasi operasi bantuan Mesir di Gaza. Mohammed Mansour, juru bicara komite tersebut, mengatakan kendaraan itu telah dikenal oleh militer Israel.
Video yang beredar daring menunjukkan sebuah kendaraan yang hangus terbakar di pinggir jalan, dengan asap masih mengepul dari reruntuhan dan puing-puing berserakan di tanah.
Jenazah dua jurnalis telah dibawa ke rumah sakit al-Shifa di Kota Gaza, sementara yang ketiga dipindahkan ke rumah sakit al-Aqsa Martyrs, kata para pejabat medis.
Militer Israel mengatakan telah memerintahkan serangan itu setelah tentaranya “mengidentifikasi beberapa tersangka yang mengoperasikan drone yang berafiliasi dengan Hamas” di Gaza tengah.
“Setelah identifikasi dan karena ancaman yang ditimbulkan drone terhadap pasukan, IDF secara tepat menyerang para tersangka yang mengaktifkan drone,” katanya, menambahkan bahwa detail insiden tersebut sedang diselidiki.
Dalam insiden terpisah pada hari yang sama, dua anak laki-laki berusia 13 tahun tewas di bagian Gaza. Dalam satu serangan, seorang anak laki-laki, ayahnya, dan seorang pria berusia 22 tahun terkena serangan drone Israel di tepi timur kamp pengungsi Bureij.
Dalam kasus lain di hari yang sama, seorang bocah berusia 13 tahun, Moatsem al-Sharafy, ditembak mati oleh pasukan Israel saat mengumpulkan kayu bakar di kota Bani Suheila di bagian timur, menurut rumah sakit Nasser.
Rekaman yang dibagikan secara daring menunjukkan ayah bocah itu menangis di atas tubuh anaknya di ranjang rumah sakit.
Pasukan Israel telah membunuh setidaknya 466 warga Palestina di Gaza sejak gencatan senjata mulai berlaku pada bulan Oktober 2025, menurut otoritas kesehatan. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media