Megapolitan . 25/01/2026, 15:08 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Dinas Bina Marga untuk mengganti material lantai Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dengan kayu pres atau wooden press.
Kebijakan ini diambil karena lantai JPO berbahan pelat besi dinilai memiliki nilai jual, sehingga kerap menjadi sasaran pencurian. Akibat aksi tersebut, banyak lantai JPO berlubang dan berpotensi membahayakan keselamatan pejalan kaki.
“Saya sudah minta kepada Dinas Bina Marga semua JPO yang baru menggunakan wooden press yang nggak bisa lagi untuk diambil atau dicuri,” kata Pramono di Jakarta Utara, Minggu, 25 Januari 2026.
Menurut Pramono, selain tidak berkarat, material kayu pres juga dianggap lebih aman karena minim risiko dicuri. Ia berharap penggantian bahan ini dapat mengurangi kerusakan fasilitas umum sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna JPO.
Pramono juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga sarana publik yang tersedia di Jakarta agar tetap berfungsi dengan baik.
"Ini untuk kepentingan publik, bukan untuk urusan orang per orang. Sehingga dengan demikian saya mengimbau mudah-mudahan kasus ini tidak terulang kembali,” seru Pramono.
Sebelumnya, kasus pencurian pelat besi pada JPO maupun halte bus sudah berulang kali terjadi di sejumlah wilayah Ibu Kota. Salah satu yang menyita perhatian publik terjadi di JPO kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.
Dalam video yang viral pada April 2025, terlihat beberapa lempengan besi lantai JPO hilang akibat dicuri. Bahkan, di lokasi tersebut, aksi pencurian pelat besi diketahui telah terjadi hingga empat kali.
Selain Daan Mogot, peristiwa serupa juga ditemukan di JPO dan halte Transjakarta kawasan Tipar Cakung, Jakarta Timur. Dalam rekaman yang beredar, besi pagar pembatas JPO tampak sudah tidak berada di tempatnya. Tidak hanya itu, sejumlah pelat lantai besi hingga bagian atap halte Transjakarta yang terbengkalai juga dilaporkan hilang.
Cahyono/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media