Longsor Dahsyat Terjang Pasirlangu, Pemkab Bandung Barat Berlakukan Darurat Bencana

news.fin.co.id - 25/01/2026, 14:23 WIB

Longsor Dahsyat Terjang Pasirlangu, Pemkab Bandung Barat Berlakukan Darurat Bencana

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menetapkan status darurat bencana menyusul peristiwa longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Sabtu, 24 Januari 2025.

fin.co.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menetapkan status darurat bencana menyusul peristiwa longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Sabtu, 24 Januari 2025. Keputusan ini diambil karena dampak longsor dinilai cukup parah dan menimbulkan banyak korban.

Penetapan status darurat dilakukan setelah melihat luasnya wilayah terdampak serta tingginya jumlah warga yang menjadi korban. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mencatat sebanyak 113 orang terdampak dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, 21 orang berhasil ditemukan selamat, delapan orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 82 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Longsor diketahui menerjang sedikitnya 30 rumah warga di RW 10 dan RW 11 Desa Pasirlangu. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, material longsoran berasal dari lereng kaki Gunung Burangrang dengan panjang area terdampak diperkirakan mencapai dua kilometer. Timbunan tanah dan bebatuan menutup kawasan hutan, permukiman, hingga lahan pertanian milik warga.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan penetapan status darurat bencana bertujuan mempercepat langkah penanganan di lapangan, khususnya dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

Advertisement

“Kami menetapkan kejadian ini sebagai darurat bencana karena jumlah korban cukup banyak dan lokasi terdampak sangat luas. Dengan status ini, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi,” ujar Jeje saat meninjau lokasi longsor.

Ia menyampaikan, pemerintah daerah telah membentuk tim koordinasi penanganan bencana yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, hingga tim SAR gabungan. Saat ini, fokus utama diarahkan pada upaya pencarian korban yang masih tertimbun, pendirian posko pengungsian, pelayanan kesehatan, serta penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak.

“Kami juga membuka akses menuju lokasi agar proses evakuasi lebih mudah. Posko pengungsian, bantuan logistik, dan layanan kesehatan sudah disiapkan untuk warga terdampak,” jelasnya.

Meski demikian, Jeje mengakui proses pencarian menghadapi tantangan berat. Kondisi medan yang tertutup lumpur tebal serta tanah yang masih labil menjadi hambatan utama. Selain itu, risiko longsor susulan masih mengintai akibat intensitas hujan yang tinggi.

“Kami tetap mengutamakan keselamatan petugas. Pencarian korban disesuaikan dengan kondisi cuaca karena berdasarkan informasi BMKG, hujan masih berpotensi terjadi hingga Februari,” tandasnya.

Hari Priyadi/JABAREKSPRES

 

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID