Nasional . 26/01/2026, 22:04 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Pakar Geologi Longsoran Institut Teknologi Bandung (ITB), Imam Achmad Sadisun, mengatakan ancaman longsor di Cisarua dan Lembang, Bandung Barat belum berakhir.
Menurutnya, tim ahli masih menemukan indikasi adanya sumbatan-sumbatan serupa di bagian hulu sungai.
Jika hujan intensitas tinggi kembali mengguyur, akumulasi air di balik sumbatan tersebut berisiko jebol kembali dan mengirimkan kiriman lumpur ke hilir.
Menurut Imam, salah satu informasi yang paling dicari, namun jarang diketahui publik adalah tanda visual sebelum bencana terjadi. Karenanya, Imam meminta warga di sepanjang bantaran sungai untuk memantau debit air saat hujan.
"Jika sungai yang biasanya mengalir tiba-tiba surut atau menghilang saat hujan lebat, masyarakat harus waspada. Itu menandakan adanya pembendungan di hulu. Segera menjauh dari alur sungai karena air bisa datang tiba-tiba dalam bentuk aliran lumpur," jelas Imam, Minggu, 25 Januari 2026, dikutip Antara.
Imam juga menjelaskan, warga yang tinggal di sempadan sungai memiliki risiko tinggi terkena aliran debris (debris flow).
Untuk itu, mitigasi ke depan tidak boleh hanya fokus pada penghijauan, tetapi harus menyentuh ranah struktural seperti pembangunan debris flow barrier (penghalang aliran) dan sistem pemantauan jalur aliran (flow track) menggunakan geofon atau sensor getaran.
"Yang paling merusak itu bukan airnya, tetapi material sedimen yang terbawa aliran. Karena itu, sistem mitigasi perlu difokuskan pada pengendalian sedimennya," kata Imam.
Sementara itu, Tim SAR gabungan dilaporkan telah mengevakuasi 38 jenazah korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 26 Januari 2026.
Selanjutnya, ke 38 jenazah itu diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Menurut Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, dalam operasi pencarian hari ini telah ditemukan 13 jenazah hingga pukul 18.30 WIB.
“Jumlah korban yang berhasil dievakuasi hari ini sebanyak sembilan jenazah hingga 18.30 WIB, sehingga total korban yang diserahkan berjumlah 38 sejak pertama kali operasi SAR dilaksanakan,” katanya.
Pihaknya akan kembali melanjutkan proses pencarian dan evakuasi korban longsor Cisarua dengan mengerahkan personel gabungan serta 12 alat berat pada esok hari di sejumlah titik terdampak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media