Nasional . 26/01/2026, 19:58 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Indonesia dihadapkan pada peringatan serius terkait potensi gempa megathrust. Melalui Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, para ahli telah memetakan 14 zona merah yang berpotensi memicu gempa sangat besar. Beberapa di antaranya berpotensi menghasilkan kekuatan di atas magnitudo 9 (M9).
Zona-zona ini membentang dari barat Indonesia hingga kawasan timur. Mengikuti jalur pertemuan lempeng tektonik aktif yang selama ratusan tahun menyimpan energi besar.
Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) sekaligus Guru Besar ITB, Iswandi Imran, menegaskan peta terbaru menunjukkan eskalasi bahaya dibanding pemetaan sebelumnya.
“Kontur bahaya pada peta 2024 terlihat lebih rapat dibandingkan 2017. Ini mengindikasikan adanya peningkatan risiko gempa di beberapa wilayah,” jelas Iswandi dalam kegiatan sosialisasi peta gempa nasional.
Pada peta 2017, tercatat 13 zona megathrust. Kini jumlahnya bertambah menjadi 14 dengan detail ancaman yang lebih tajam.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebut dua wilayah yang menjadi perhatian utama. Yaitu Selat Sunda dan Mentawai–Siberut.
Kedua zona tersebut telah lama tidak mengalami gempa besar, kondisi yang dikenal sebagai seismic gap. “Zona ini seperti pegas yang terus ditekan. Tinggal menunggu waktu kapan energi itu dilepaskan,” ujar Daryono.
Pada Mei 2025, gempa M5,2 yang mengguncang Nias Barat dikaitkan langsung dengan aktivitas Megathrust Mentawai–Siberut. Analisis BMKG menunjukkan mekanisme pergerakan naik akibat subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Eurasia. “Ini murni gempa megathrust dengan mekanisme thrust fault,” jelas Daryono.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan dampak megathrust tak hanya berupa guncangan kuat. Tetapi juga tsunami besar. Peneliti BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, menyebut jika zona selatan Jawa hingga Selat Sunda melepaskan energi besar, tsunami bisa mencapai 20 meter di wilayah tertentu. Seperti:
BMKG menegaskan belum ada metode yang bisa memprediksi kapan megathrust akan pecah. Namun, upaya mitigasi terus diperkuat.
Beberapa langkah strategis yang telah dilakukan antara lain:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media