Nasional . 27/01/2026, 18:05 WIB

AYAH TIDUR, NAK... Tangis Istri PECAH di Makam Praka Marinir Muhammad Kori: Kisah Cinta yang TERENGGUT Longsor Cisarua

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Demi menjadi bagian dari Jalasena TNI AL, ia harus menelan pil pahit: gagal berkali-kali. Ibunda almarhum, Samrah, mengenang betapa keras kepala putranya itu untuk bisa mengabdi pada negara.

Kori empat kali mengikuti tes di Bombaru, Palembang, sebelum akhirnya dinyatakan lulus. Ia tak menyerah. Berkali-kali gagal. Berkali-kali bangkit.

Setelah lulus, Kori menjalani pendidikan lanjutan di Surabaya. Disiplin. Latihan keras, dan jauhnya jarak dari keluarga menjadi kesehariannya.

Kenangan terakhir keluarga adalah Lebaran tahun lalu. Kori tak sempat pulang. Ia hanya menelepon. Menyampaikan rindu dari kejauhan.

“Dia bilang, setelah latihan di Bandung, akan berangkat tugas ke Papua,” kenang Samrah.

Bagi keluarga, almarhum Kori adalah sang "Beruang Hitam" yang menjadi tulang punggung. 

Sebelum berangkat mengikuti latihan berat di Bandung, almarhum sempat menitipkan sebuah janji kepada orang tuanya. 

Ia punya impian sederhana: membelikan rumah untuk orang tuanya di Lampung sepulang dari penugasan di Papua.

“Katanya nanti saya dan bapaknya mau dibawa ke Lampung kalau sudah punya rumah sendiri. Dia juga ingin mengajak kakeknya jalan-jalan ke Jawa bersama-sama,” kata Samrah dengan suara tercekat.

Namun, takdir berkata lain. Tanah longsor di Cisarua meruntuhkan semua rencana indah itu. Bahkan sebelum kaki sang prajurit menginjak tanah Papua.

Almarhum Kori meninggalkan seorang istri dan anak perempuan yang masih terlalu kecil untuk memahami arti kehilangan.

Kelak, anak itu akan tumbuh dewasa dengan cerita. Tentang seorang ayah yang gugur saat mengabdi. Tentang sosok prajurit yang tak sempat pulang ke rumah.

Nama Kori kini tercatat sebagai bagian dari tragedi longsor Cisarua. Sebuah pengorbanan sunyi di balik tugas negara.

Kini, Praka Marinir Muhammad Kori telah beristirahat dengan tenang. Ia meninggalkan warisan kehormatan dan dedikasi yang tinggi.

Meski raganya telah tertimbun tanah Lampung, namanya akan selalu hidup sebagai pahlawan yang gugur dalam pengabdian. Seorang ayah yang kini "tidur" selamanya dalam pelukan Ibu Pertiwi.  

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com