Internasional . 28/01/2026, 22:50 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Singapura akan melakukan pemeriksaan suhu bagi para pelancong yang tiba dengan penerbangan dari daerah-daerah tempat wabah virus Nipah dilaporkan muncul. Hal itu diungkapkan Badan Penyakit Menular (CDA), Rabu, 28 Januari 2026.
Ini adalah salah satu dari enam langkah yang akan diterapkan di negara tersebut, sebagai bagian dari respons awal terhadap wabah virus Nipah di Benggala Barat.
"Singapura memantau dengan cermat wabah tersebut, yang merupakan wabah ketujuh di India sejak tahun 2001," sebut pernyataan CDA dalam siaran pers.
Penularan virus Nipah terutama melalui paparan kelelawar dan konsumsi getah kurma atau buah-buahan yang terkontaminasi oleh kelelawar.
CDA mengatakan, program bio-surveilans yang sedang berlangsung, yang telah memantau populasi kelelawar Singapura sejak tahun 2011, belum mendeteksi virus tersebut di negara itu.
"Namun, wabah di Benggala Barat dilaporkan terjadi antar manusia, dengan dua kasus sejauh ini. Penularan dari manusia ke manusia jarang terjadi, tetapi memang terjadi," tambah CDA.
Selain pemeriksaan suhu, Singapura juga akan mewajibkan praktisi medis dan laboratorium untuk segera memberi tahu CDA tentang semua kasus virus yang terkonfirmasi dan dicurigai.
"CDA juga telah mengingatkan rumah sakit dan departemen gawat darurat untuk waspada terhadap infeksi virus Nipah pada pasien dengan gejala yang sesuai dan riwayat perjalanan baru-baru ini ke Benggala Barat," lanjut pernyataan itu.
Peringatan kesehatan juga akan disebarkan kepada para pelancong di titik masuk ke Singapura.
Peringatan tersebut akan menginstruksikan para pelancong yang datang untuk mencari perawatan medis jika mereka merasa tidak sehat setelah bepergian, dan memberikan informasi kepada para pelancong yang akan berangkat tentang tindakan pencegahan kesehatan yang dapat mereka lakukan.
Terakhir, CDA akan menghubungi rekan-rekan mereka di Asia Selatan untuk lebih memahami situasi tersebut.
"Upaya sedang berlangsung untuk membangun platform global bagi negara-negara untuk melaporkan pengurutan genom kasus yang terdeteksi," tambah CDA.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media