Megapolitan . 28/01/2026, 15:49 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menggarap proyek mercusuar kesejahteraan nelayan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang ditargetkan dibangun di 65 titik wilayah perairan Indonesia.
Namun hingga saat ini, realisasi pembangunan baru mencapai 19 lokasi. Artinya, masih terdapat 46 titik lainnya yang belum rampung sesuai rencana.
Staf Khusus Menteri Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto Darwin mengakui, keterlambatan tersebut tidak terlepas dari kondisi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
"Kita memang sedang mengebut. Masalahnya cuaca belakangan ini sedang tidak menentu, bahkan di beberapa titik pesisir cuacanya mirip-mirip dengan Jakarta yang sering hujan ekstrem," ujar Doni saat ditemui di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rabu, 28 Januari 2026.
Selain cuaca yang sulit diprediksi, Doni menyebut distribusi material ke lokasi proyek juga menjadi tantangan besar. Sebab, sebagian besar titik pembangunan KNMP berada di kawasan pesisir dengan akses logistik yang terbatas, sehingga pengiriman bahan bangunan kerap terkendala kondisi medan.
Meski menghadapi berbagai hambatan teknis, pemerintah tetap optimistis seluruh target pembangunan dapat diselesaikan pada akhir Februari. Doni menyampaikan bahwa sisa pekerjaan yang belum rampung sebagian besar merupakan tahap akhir penyelesaian.
"Akhir bulan ini (Februari) kita usahakan jadi semua. Karena yang 80 persen itu tinggal tahap pembersihan jalan dan perapihan saja. Tim di lapangan bekerja setiap hari tanpa henti," tuturnya.
Sejumlah lokasi bahkan telah mencapai status paripurna, di antaranya Toli-toli, Bumiharjo, Pujiharjo, Labetawi, Gebang Mekar, Karang Duwur, hingga Poncosari.
Tak hanya itu, di beberapa daerah seperti Biak, aktivitas ekonomi masyarakat nelayan disebut sudah berjalan dan bahkan mulai menembus pasar ekspor.
Program Kampung Nelayan Merah Putih ini dirancang khusus untuk mendukung nelayan tangkap, dengan ketentuan bahwa sedikitnya 80 persen penerima manfaat merupakan masyarakat pesisir asli.
Apabila proyek ini mampu melewati tantangan cuaca ekstrem dalam waktu dekat, KNMP diharapkan dapat menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir Indonesia.
Hasyim Ashari/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media