Nasional . 28/01/2026, 15:39 WIB

INDONESIA DIKEPUNG 14 TITIK MEGATHRUST! Ahli Jepang Ungkap SINYAL BAHAYA Mirip Tragedi Nankai, Jawa & Sumatra TERANCAM

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id - Indonesia menghadapi gambaran risiko gempa mengerikan. Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 mencatat adanya 14 zona megathrust. Bertambah dibandingkan peta yang dirilis 2017. Pembaruan ini memperlihatkan kontur bahaya yang semakin rapat di sejumlah wilayah. Hal ini menandakan potensi akumulasi energi gempa yang lebih besar. Pulau Jawa dan Sumatra yang paling terancam.  

Penambahan zona megathrust Indonesia ini menarik perhatian ilmuwan asal Jepang. Adalah Profesor Kosuke Heki dari Hokkaido University, Jepang, yang menilai karakter geologi Indonesia punya kemiripan dengan Nankai Trough. Ini merupakan salah satu kawasan megathrust paling aktif dan berbahaya di dunia.

“Kami memahami bahwa gempa bermagnitudo 8 di Jepang terjadi dalam interval sekitar 50 hingga 100 tahun. Ini adalah pandangan klasik sebelum gempa besar benar-benar terjadi,” ujar Heki saat menjadi Visiting Researcher di BRIN pada akhir Desember 2025 lalu.

Gempa Besar Sulit Diprediksi, Tapi Bisa Dibaca

Menurut Heki, menentukan waktu pasti terjadinya gempa besar hampir mustahil. Namun, akumulasi tegangan di kerak bumi dapat dipantau melalui pengamatan jangka panjang.

Ia menekankan pentingnya pemanfaatan Global Navigation Satellite System (GNSS) serta pengukuran geodesi dasar laut untuk membaca pergerakan lempeng tektonik di zona subduksi.

“Kami melihat kopling antar seismik yang saling mengunci hampir di sepanjang sumbu palung. Bahkan di bagian yang sangat dangkal, regangan terus bertambah,” jelasnya.

Selain gempa besar yang terjadi tiba-tiba, Heki juga menyoroti slow slip event atau pergeseran lambat. Fenomena ini berlangsung perlahan dan kerap tidak terasa. Namun menyimpan makna penting.

“Peristiwa pergeseran lambat ini telah diamati berulang kali di Nankai Trough dan wilayah lain di Jepang. Salah satunya bisa memicu gempa besar berikutnya,” ungkapnya.

Bagi para peneliti, fenomena ini dapat menjadi indikator awal yang sangat berharga dalam mitigasi bencana. Dengan bentang alam tektonik yang luas. Mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, hingga Maluku.

Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan sistem pemantauan gempa kelas dunia. Penguatan jaringan GNSS, ditambah teknologi pemantauan dasar laut, memungkinkan Indonesia membaca akumulasi tegangan tektonik secara lebih presisi.

“Saat ini saya sedang mengerjakan masalah ini di Indonesia,” jelas Heki.

Perubahan ini bukan sekadar penyesuaian teknis. Bagi para ahli, peta terbaru menjadi peringatan dinamika tektonik di Indonesia terus berkembang dan membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi.

Melalui Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, para ahli telah memetakan 14 zona merah yang berpotensi memicu gempa sangat besar.

Beberapa di antaranya berpotensi menghasilkan kekuatan di atas magnitudo 9 (M9). Zona-zona ini membentang dari barat Indonesia hingga kawasan timur. Mengikuti jalur pertemuan lempeng tektonik aktif yang selama ratusan tahun menyimpan energi besar. 

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com