Megapolitan . 29/01/2026, 14:32 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Langit mendung lagi-lagi menghadirkan malapetaka bagi warga Ibu Kota. Hujan deras yang tak henti-hentinya mengguyur sejak Rabu kemarin kembali meluluhlantakkan sejumlah kawasan di Jakarta.
Pantauan terkini menunjukkan, setidaknya 20 rukun tetangga (RT) dan lima ruas jalan utama di Jakarta Timur dan Jakarta Barat kini terendam banjir. Ketinggian air bervariasi, ada yang hanya selutut orang dewasa, namun ada pula yang mencapai 1,5 meter. Situasi ini tentu saja membuat aktivitas warga terganggu total.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi langsung kabar buruk ini. Ia menjelaskan bahwa wilayah Jakarta Timur menjadi yang paling parah terdampak.
Di sana, sebanyak 14 RT dilaporkan terendam banjir. Tidak jauh berbeda, Jakarta Barat juga tidak luput dari amukan air bah, dengan enam RT yang kini tergenang. Yohan menyatakan,
“Di Jakarta Timur terdapat 14 RT, sedangkan di Jakarta Barat ada enam RT yang saat ini masih terendam,” tuturnya pada Kamis (29/1) di Jakarta.
Banjir yang merendam permukiman warga ini bukan hanya persoalan genangan biasa. Lima ruas jalan utama yang strategis juga ikut terendam, dengan kedalaman air berkisar 15 hingga 40 sentimeter. Kondisi ini jelas membuat arus lalu lintas kacau balau, memperparah kemacetan yang sudah menjadi langganan Ibu Kota.
Yohan memaparkan bahwa penyebab utama banjir kali ini adalah curah hujan ekstrem yang memicu kenaikan muka air secara drastis di sejumlah pintu air penting.
Data terbaru menunjukkan, Bendung Katulampa serta Pos Sunter Hulu, Pesanggrahan, dan Angke Hulu kini berstatus Waspada atau Siaga 3. Peningkatan status ini mengindikasikan ancaman banjir yang kian nyata bagi wilayah hilir, termasuk jantung kota Jakarta.
“Kondisi ini menjadi indikator meningkatnya potensi banjir di wilayah hilir, termasuk Jakarta,” tegas Yohan. Peringatan ini tentu harus segera ditindaklanjuti untuk mencegah kerugian yang lebih besar.
Menghadapi situasi genting ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bergerak cepat. Seluruh personel dikerahkan ke lapangan untuk memantau langsung kondisi genangan air.
Koordinasi intensif juga segera dilakukan dengan berbagai dinas terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Sinergi ini penting agar penanganan banjir bisa dilakukan secara komprehensif dan efektif.
Berbagai upaya penanganan darurat langsung digalakkan. Tim BPBD melakukan penyedotan air di titik-titik banjir parah, memastikan saluran air dan tali air berfungsi maksimal untuk mempercepat surutnya genangan, serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga yang terpaksa mengungsi atau terdampak langsung. Target utamanya adalah genangan bisa segera surut seiring membaiknya kondisi cuaca. Namun, tentu saja, upaya pencegahan jangka panjang juga perlu dipikirkan matang.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada masyarakat, berikut adalah rincian wilayah yang terdampak banjir:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media