Megapolitan . 29/01/2026, 11:43 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
fin.co.id - Jakarta kembali berduka. Pagi ini, warga Kampung Sawah, Cakung, Jakarta Timur, harus berjuang menghadapi banjir yang merendam ratusan rumah mereka. Luapan Kali Cakung jadi biang keroknya, membuat aktivitas warga lumpuh total.
Ringkasan:
Dewi, 38 tahun, salah satu warga Cakung yang terdampak, menceritakan pengalamannya. "Di sini sudah lebih dari dua kali kebanjiran setiap hujan deras yang cukup lama, pasti banjir," ujarnya dengan nada prihatin. Kejadian serupa tampaknya bukan hal baru bagi mereka. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Jakarta sejak dini hari hingga pagi ini menjadi pemicu utama meluapnya Kali Cakung.
Air berwarna cokelat pekat terlihat menggenangi permukiman padat penduduk ini. Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai hingga satu meter, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas. Banyak warga memilih bertahan di dalam rumah, meski genangan air sudah merendam lantai. Mereka hanya bisa memantau kondisi dan berharap banjir segera surut.
Banjir yang melanda Kampung Sawah ini bukan kejadian terisolasi. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan, sebelumnya sebanyak 17 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur dan Jakarta Barat juga terendam banjir. Ketinggian air di wilayah-wilayah tersebut bervariasi, mulai dari 30 sentimeter (cm) hingga 1,5 meter.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD, Mohamad Yohan, mengingatkan warga akan pentingnya kewaspadaan. "Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan," tegasnya.
Menurut Yohan, banjir yang terjadi disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya. Curah hujan tinggi ini menyebabkan kenaikan status air di Bendung Katulampa menjadi Waspada/Siaga 3. Selain itu, beberapa pos pantau juga mencatat peningkatan debit air, yang berujung pada meluapnya Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan.
Di Jakarta Timur, banjir dilaporkan merendam pemukiman penduduk dengan ketinggian air mencapai 1,3 hingga 1,5 meter. Sementara itu, di Jakarta Barat, ketinggian air rata-rata sekitar 30 cm. Penyebab utamanya tetap sama: curah hujan tinggi dan luapan sungai-sungai besar yang mengaliri ibu kota.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai pengungsian massal atau korban jiwa akibat banjir di Kampung Sawah maupun wilayah terdampak lainnya. Namun, ratusan kepala keluarga merasakan langsung dampak buruk dari bencana musiman ini. Aktivitas ekonomi dan sosial terhenti, menyisakan kekhawatiran akan kerugian yang ditimbulkan.
Momen banjir ini kembali membuka mata banyak pihak akan kerentanan Jakarta terhadap perubahan iklim dan curah hujan ekstrem. Dibutuhkan langkah-langkah konkret dan berkelanjutan untuk mitigasi bencana di masa depan. Warga berharap, kejadian serupa tidak terulang lagi dan solusi permanen dapat segera ditemukan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media