Pendidikan . 30/01/2026, 12:55 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Banyak awardee maupun calon mahasiswa masih mengira bahwa beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) akan menanggung seluruh kebutuhan kuliah dari awal sampai lulus. Padahal kenyataannya, tidak semua pengeluaran bisa diklaim atau diganti oleh LPDP.
Pemahaman yang keliru ini sering kali membuat mahasiswa kaget di tengah masa studi karena ada sejumlah biaya yang harus ditanggung secara mandiri.
Apalagi, pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 Tahap 1 dan Tahap 2 sudah resmi dibuka sejak 22 Januari 2026, sehingga penting bagi calon pendaftar untuk memahami skema pendanaan secara detail sejak awal.
Mulai tahun 2026, LPDP menghadirkan berbagai skema baru untuk mendukung pengembangan industri strategis nasional. Beberapa di antaranya adalah:
Beasiswa SHARE
Beasiswa STEM Industri Strategis
Beasiswa kerja sama dalam dan luar negeri
Skema tematik sesuai kebutuhan pembangunan nasional
Meski skema makin beragam, aturan penggunaan dana tetap ketat dan terstruktur, sehingga awardee wajib memahami mana biaya yang ditanggung dan mana yang tidak ditanggung.
Secara umum, LPDP membagi pendanaan menjadi dua kelompok besar, yakni Dana Pendidikan dan Dana Pendukung.
Dana ini berkaitan langsung dengan kegiatan akademik, meliputi:
Dana pendaftaran
Dana SPP/Tuition Fee/Uang Kuliah Tunggal (UKT)
Dana tunjangan buku
Dana penelitian tesis atau disertasi
Dana seminar internasional
Dana publikasi jurnal internasional
Sementara itu, dana pendukung mencakup kebutuhan hidup dan administrasi studi, antara lain:
Dana transportasi
Dana aplikasi visa
Dana asuransi kesehatan
Dana kedatangan
Dana hidup bulanan
Dana lomba internasional
Dana tunjangan keluarga (khusus jenjang Doktor/S3)
Dana keadaan darurat (jika diperlukan dan disetujui)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media