Nasional . 01/02/2026, 19:46 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Fenomena lubang raksasa yang muncul di Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, kian mengkhawatirkan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa lubang tersebut terus meluas dan berpotensi mengancam perkampungan warga di sekitarnya.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa meski fenomena serupa sering dikaitkan dengan kawasan batuan kapur atau karst, kasus di Aceh Tengah memiliki karakteristik berbeda.
“Fenomena sinkhole memang identik dengan batuan gamping (karst). Namun kejadian di Pondok Balik menunjukkan bahwa batuan vulkanik juga memiliki kerentanan serupa, meski mekanismenya sedikit berbeda,” kata Lana, Minggu (1/2/2026).
Berdasarkan informasi warga dan hasil kajian teknis, Badan Geologi menyebut gerakan tanah di lokasi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan sejak sebelum 2013, dan semakin aktif terutama saat musim hujan.
Kondisi geologi setempat dinilai sangat rentan. Batuan dasar berupa batuan vulkanik jenis tufa yang bersifat lepas dan berpori, dikombinasikan dengan kemiringan lereng yang sangat terjal, membuat kawasan tersebut mudah mengalami longsoran.
Selain itu, keberadaan saluran irigasi di bagian selatan lereng turut memperparah kondisi. Saat hujan lebat, air berpotensi meluap atau meresap ke dalam tanah, mempercepat proses pelemahan lereng.
“Lereng menjadi jenuh air, batuan semakin gembur dan berat massa meningkat. Ditambah erosi lateral oleh aliran air di bagian lembah, kondisi ini memicu longsoran dan runtuhan batuan,” jelas Lana.
Potensi Meluas Masih Sangat Besar
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media