Dari Olimpiade ke PPPK Paruh Waktu: Kisah Nurul Akmal yang Menyentuh Hati, Kemenpora Buka Suara
Nama Nurul Akmal kembali menjadi perbincangan publik. Namun kali ini, bukan karena angkatan besi ratusan kilogram yang ia taklukkan di panggung dunia
Banyak netizen menyampaikan dukungan, bahkan mempertanyakan bagaimana mungkin seorang Olympian—yang telah mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia—belum mendapatkan status dan kesejahteraan yang layak.
Perjalanan Panjang Sang Lifter dari Aceh
Baca Juga
Nurul Akmal bukan atlet biasa. Lifter asal Aceh ini telah menempuh perjalanan panjang penuh keringat dan pengorbanan.
Prestasi internasional pertamanya ia raih pada Islamic Solidarity Games 2017 di Baku, Azerbaijan, dengan medali perak di kelas +90 kg.
Sejak itu, nama Nurul konsisten menghiasi podium kejuaraan:
-
Medali perak Asian Championships
-
Medali perak di beberapa edisi SEA Games
-
Medali perunggu kelas +87 kg di Qatar Cup 2019
Di level nasional, ia mencatat sejarah di PON Papua 2021 dengan dua medali emas dan rekor baru total angkatan 258 kg.
Prestasi itu berlanjut di PON XXI Aceh–Sumatera Utara 2024, di mana ia kembali memecahkan rekor nasional.
Dua Olimpiade, Satu Kisah Pengabdian