Internasional . 02/02/2026, 17:26 WIB

Israel Buka Pintu Penyeberangan Rafah, Hanya Pejalan Kaki yang Boleh Melintas

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Israel membuka kembali pintu perbatasan antara Gaza dan Mesir, Senin, 2 Februari 2026. Pembukaan pintu perbatasan ini hanya untuk pejalan kaki.

Pembukaan kembali pintu penyeberangan perbatasan Rafah akan dibatasi dan Israel menuntut pemeriksaan keamanan bagi warga Palestina yang masuk dan keluar melalui pintu penyeberangan tersebut.

Dilaporkan Reuters, Israel dan Mesir diperkirakan akan memberlakukan batasan jumlah pelancong yang melintasi pintu perbatasan tersebut.

"Tim pemantauan Eropa telah tiba di penyeberangan tersebut, yang sekarang telah dibuka untuk pergerakan penduduk, baik untuk masuk maupun keluar," jelas seorang pejabat keamanan Israel.

Pembukaan pintu ini memungkinkan warga Palestina untuk pergi dan mengizinkan kembali mereka yang ingin kembali setelah melarikan diri dari perang Israel di wilayah tersebut.

Israel merebut penyeberangan perbatasan pada Mei 2024, sekitar sembilan bulan setelah perang Gaza yang dihentikan sementara oleh gencatan senjata Oktober yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump.

Pembukaan kembali Rafah merupakan persyaratan penting dalam fase pertama rencana Trump yang lebih luas untuk menghentikan pertempuran antara Israel dan militan Hamas.

100 Ribu Warga Palestina Melarikan Diri dari Gaza

Para pejabat Palestina mengatakan, sekitar 100.000 warga Palestina telah melarikan diri dari Gaza sejak perang dimulai. Sebagian besar melarikan diri selama sembilan bulan pertama berlangsungnya perang.

Beberapa di antaranya disponsori oleh kelompok bantuan. Yang lain membayar suap kepada pihak-pihak di Mesir untuk mendapatkan izin untuk pergi.

Israel menutup penyeberangan Rafah setelah pasukannya menyerbu daerah tersebut dan juga menutup koridor Philadelphia yang membentang di sepanjang perbatasan Gaza dengan Mesir.

Penutupan tersebut memutus jalur penting bagi warga Palestina yang terluka dan sakit untuk mencari perawatan medis di luar Gaza.

Beberapa ribu orang telah diizinkan keluar untuk mencari perawatan medis di negara ketiga melalui Israel selama setahun terakhir, meskipun ribuan lainnya membutuhkan perawatan di luar negeri, menurut PBB.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com