Nasional . 03/02/2026, 09:35 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kabar mengejutkan terkait progres program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Prabowo mengungkapkan bahwa program tersebut kini menarik perhatian lembaga internasional, termasuk kantor kepresidenan Amerika Serikat atau White House.
Para ahli dari Gedung Putih dilaporkan tengah mempelajari mekanisme penyaluran MBG yang telah menjangkau puluhan juta warga Indonesia. Prabowo mengaku tidak menduga bahwa skema yang ia gagas bakal menjadi rujukan negara lain dalam hal pemenuhan gizi masyarakat.
"Pakar dari White House sedang mempelajari MBG kita sendiri. Sekarang kita menjadi role model yang ingin dipelajari dunia," ujar Prabowo dengan nada bangga di hadapan para kepala daerah, Senin 2 Februari 2026.
Investasi SDM dan Dukungan Rockefeller Institute
Selain Gedung Putih, Rockefeller Institute juga memberikan apresiasi serupa. Beberapa bulan lalu, perwakilan lembaga riset bergengsi itu menemui Prabowo dan menyebut MBG sebagai investasi jangka panjang terbaik bagi sebuah negara. Pihak Rockefeller menilai setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah untuk gizi anak-anak akan memberikan dampak ekonomi berkali lipat di masa depan.
Prabowo memproyeksikan investasi ini mampu menghasilkan nilai balik hingga 30 kali lipat dalam jangka panjang. Hingga awal tahun ini, penerima manfaat MBG telah menyentuh angka 60 juta orang yang mencakup pelajar, ibu hamil, hingga lansia. Pemerintah menargetkan angka ini terus merangkak naik hingga melayani 82 juta jiwa.
Ciptakan 1 Juta Lapangan Kerja Melalui Dapur Lokal
Dampak MBG ternyata tidak hanya berhenti pada urusan perut. Prabowo membuktikan bahwa program ini menjadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan yang sangat masif. Saat ini, sebanyak 22.275 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG telah beroperasi di seluruh pelosok desa.
Kehadiran puluhan ribu dapur ini secara otomatis menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Prabowo mengklaim pemerintah sudah menghasilkan satu juta lapangan kerja baru hanya dari sektor pengoperasian dapur tersebut. Angka ini diprediksi meluas hingga lima juta lapangan kerja saat target 82 juta penerima manfaat tercapai.
"Dapur-dapur ini membutuhkan pasokan telur, sayur, ikan, hingga daging dari peternak dan petani lokal di tiap desa. Inilah cara nyata menciptakan pekerjaan, bukan sekadar berteriak atau mencela," tegasnya menanggapi kritik yang sempat muncul terhadap program ini.
Secara statistik, Prabowo menilai tingkat keberhasilan MBG mencapai 99,99 persen. Ia menepis keraguan pihak-pihak yang sempat meramalkan program ini akan gagal, dengan menunjukkan data lapangan yang solid dan pengakuan dari dunia internasional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media