Nasional . 04/02/2026, 16:48 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Langit Bumi akan kembali menyuguhkan peristiwa astronomi menakjubkan pada 17 Februari 2026 mendatang, yakni Gerhana Matahari Cincin. Fenomena ini menjadi gerhana Matahari cincin pertama di tahun 2026.
Peristiwa tersebut menarik perhatian ilmuwan, komunitas astronomi, hingga penggemar langit karena menampilkan Matahari yang tampak seperti cincin bercahaya.
Tidak seperti gerhana Matahari total, cahaya Matahari tidak sepenuhnya hilang.
Justru, sinar terang di tepinya menciptakan efek visual dramatis yang sering disebut ring of fire atau cincin api.
Gerhana Matahari Cincin, dalam istilah ilmiah dikenal sebagai annular eclipse, terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari.
Namun, posisi Bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi atau apogee.
Akibatnya, ukuran Bulan tampak lebih kecil sehingga tidak mampu menutupi seluruh piringan Matahari.
Cahaya Matahari yang tersisa di bagian luar Bulan membentuk lingkaran cahaya terang yang khas dan mudah dikenali.
Gerhana Matahari Cincin Februari 2026 diperkirakan mencapai fase maksimum ketika sekitar 96 persen piringan Matahari tertutup oleh Bulan.
Meski fase cincin api hanya berlangsung sekitar dua menit, keseluruhan proses gerhana, mulai dari awal hingga akhir, dapat diamati selama beberapa jam.
Perubahan bentuk Matahari akan terlihat secara bertahap, mulai dari sabit kecil hingga kembali bulat sempurna setelah gerhana berakhir.
Tidak semua wilayah Bumi dapat menikmati pemandangan ini secara langsung.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media