Viral . 04/02/2026, 10:32 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Rocky mempertanyakan keputusan Indonesia yang harus membayar iuran sekitar Rp16,7 triliun untuk bergabung dalam lembaga tersebut.
“Kenapa Pak Prabowo nyumbang ke lembaga yang dibuat dan diarahkan sendiri oleh Donald Trump? Kenapa Rp16 triliun itu harus disumbangkan ke sana?” ujarnya dalam acara Inaugurasi 2025 Universitas Sangga Buana YPKP, Bandung, Kamis (29/1/2026).
Bagi Rocky, keputusan itu menjadi ironi besar ketika di dalam negeri, negara justru gagal memenuhi kebutuhan pendidikan paling sederhana bagi anak-anaknya.
Luka Psikologis Seorang Anak
Rocky juga menyoroti tragedi ini dari sisi psikologis. Ia menyebut surat sederhana yang ditinggalkan korban—berisi permintaan maaf dan pesan agar sang ibu tidak bersedih—sebagai bukti kedewasaan emosional yang tragis.
Anak tersebut memahami kondisi ibunya yang membesarkan lima anak dengan latar belakang kehidupan yang berat, termasuk tiga kali perceraian.
“Dia memahami kondisi psikologi ibunya. Dia memahami jalan hidup yang sudah ditempuh oleh ibunya,” ungkap Rocky.
Bagi Rocky, tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa isu-isu besar negara bisa runtuh oleh fakta-fakta kecil yang diabaikan.
“Ini menjadi pedoman untuk mengembalikan hak rakyat menuntut keadilan,” tegasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media