Ironi NTT dan Kritik Rocky Gerung: Saat Negara Bicara Perdamaian Global dan Pertumbuhan Ekonomi, Anak SD Tak Mampu Beli Pena
Bocah berusia 10 tahun itu diduga mengakhiri hidupnya karena tak sanggup membeli buku dan pena, alat belajar paling dasar dalam sistem pendidikan.
Pertumbuhan Ekonomi vs Fakta Lapangan
Kritik Rocky semakin tajam ketika dikaitkan dengan narasi besar pemerintah soal pertumbuhan ekonomi nasional, proyek strategis nasional (PSN), hilirisasi, hingga pembangunan perumahan rakyat.
Baca Juga
Menurutnya, semua klaim itu kehilangan makna ketika di tingkat paling bawah, negara gagal menjamin alat tulis untuk seorang anak sekolah.
“Pidato yang berapi-api, janji mengejar koruptor, narasi kebesaran bangsa, bahkan klaim hidup di negara paling bahagia—semua itu gugur oleh fakta-fakta kecil yang diabaikan,” kata Rocky.
Ia menyebut fakta-fakta kecil itulah yang justru menimbulkan dampak besar berupa keretakan psikologis manusia dan hilangnya rasa keadilan sosial.
Baca Juga
Board of Peace dan Ironi Prioritas Negara
Sebelumnya Rocky menyesalkan langkah pemerintah bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian, lembaga yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan diklaim bertujuan mendukung perdamaian Palestina.