Nasional . 04/02/2026, 18:03 WIB

LENGKAP! Sholat Gerhana Matahari (Sholat Kusuf): Waktu, Niat dan Tata Caranya

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id - Keindahan dan keunikan gerhana matahari kerap menyita perhatian banyak orang, termasuk gerhana matahari cincin pada 17 Februari 2026.

Dalam ajaran Islam, peristiwa ini bukan sekadar fenomena astronomi, melainkan tanda kebesaran Allah SWT. Islam mengajarkan umatnya untuk merespons gerhana matahari dengan melaksanakan Sholat Kusuf atau Sholat Gerhana Matahari.

Sholat Kusuf merupakan shalat sunnah yang dikerjakan khusus saat terjadi gerhana matahari. Ibadah ini menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mengingatkan manusia akan keterbatasannya.

“Gerhana adalah momen untuk memperbanyak shalat dan doa, bukan untuk ditakuti,” demikian pesan utama dalam sunnah Rasulullah SAW.

Hukum Shalat Gerhana Matahari dalam Islam

Menurut penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Shalat Gerhana Matahari termasuk dalam shalat sunnah muakkadah. Shalat sunnah muakkadah adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.

Sholat Kusuf dikerjakan saat matahari tertutup oleh bulan dan memiliki ciri khas dua kali rukuk dalam setiap rakaat. Ibadah ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan serta mengagungkan kebesaran Allah SWT.

Ibadah Dapat Dilakukan Dengan Ketentuan Sebagai Berikut:

  • Dilaksanakan secara berjamaah atau sendiri
  • Dikerjakan di masjid, lapangan, atau tempat yang memungkinkan
  • Dilaksanakan tanpa adzan dan iqamah

Sebagai gantinya, muazin cukup menyerukan panggilan “Ash-shalātu jāmi‘ah” untuk mengajak umat berkumpul melaksanakan shalat.

Dalil Hadis tentang Sholat Kusuf

Anjuran melaksanakan Sholat Gerhana Matahari secara tegas disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا وَادْعُوا حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ

“Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang. Apabila kalian melihatnya, maka dirikanlah shalat dan perbanyaklah doa hingga gerhana berakhir.” (HR. Bukhari No. 982)

Hadis ini menegaskan bahwa gerhana tidak berkaitan dengan mitos, melainkan merupakan momentum untuk meningkatkan ibadah.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com