Nasional . 04/02/2026, 20:06 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Berbeda dengan sholat Jumat, khutbah pada sholat gerhana diletakkan di akhir sebagai penutup rangkaian ibadah.
Isi khutbah tidak semata membahas aspek astronomi, tetapi lebih ditekankan pada motivasi spiritual.
Khatib bertugas mengajak jamaah untuk bertaubat secara massal, meningkatkan sedekah, dan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan. Ini menjadi momen “reset” moral bagi komunitas Muslim.
Sebelum berangkat ke masjid untuk melaksanakan sholat gerhana, umat Islam sangat dianjurkan melakukan mandi sunnah.
Hal ini merupakan bentuk pemuliaan terhadap ibadah yang akan dijalani.
Berbeda dengan sholat hari raya, setelah mandi gerhana umat tidak disunnahkan berhias secara berlebihan, melainkan cukup tampil rapi dan bersih.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِصَلَاةِ الْكُسُوْفِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla lishalatil kusufi sunnatan lillahi ta‘ala
Artinya: “Aku niat mandi untuk shalat gerhana matahari sunnah karena Allah Ta’ala.”
Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan ritual ibadah di dalam masjid, tetapi juga aksi nyata di luar.
Sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat ditekankan saat gerhana. Memberikan sebagian harta kepada mereka yang membutuhkan diyakini dapat menolak bala dan menjadi bukti ketulusan iman.
Dalam konteks sejarah yang tertuang dalam kitab Al-Adzkar karya Kasimun, Nabi Muhammad SAW bahkan memerintahkan untuk memerdekakan budak saat gerhana matahari terjadi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media