Pendidikan . 04/02/2026, 19:50 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Isu penghapusan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) bagi siswa SMA/SMK swasta di Jawa Barat akhirnya terjawab.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan program tersebut tidak dihapus, melainkan dialihkan skema penyalurannya agar bantuan lebih tepat sasaran kepada siswa dari keluarga tidak mampu.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM.
Ia menegaskan bahwa komitmen Pemprov Jabar dalam mendukung pendidikan swasta tetap kuat dan tidak pernah dihilangkan.
“Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pendidikan swasta itu tidak dihapus dan tidak dihilangkan. Yang ada adalah dialihkan cara pemberiannya,” tegas KDM.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, Pemprov Jabar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp218 miliar dalam APBD 2026 khusus untuk mendukung siswa SMA/SMK swasta yang berasal dari keluarga tidak mampu.
Anggaran tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tetap memprioritaskan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang bersekolah di lembaga pendidikan swasta.
“Kami sudah menganggarkan Rp218 miliar di APBD 2026 untuk beasiswa bagi siswa SMA/SMK swasta yang tidak mampu. Jadi tidak benar kalau BPMU dihapus,” ujarnya.
Perbedaan utama BPMU lama dengan kebijakan baru terletak pada mekanisme penyaluran bantuan.
Pada skema BPMU sebelumnya, dana bantuan disalurkan melalui rekening sekolah swasta. Namun, di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi, bantuan dialihkan menjadi beasiswa langsung bagi siswa.
Melalui skema baru ini, siswa dari keluarga kurang mampu akan mendapatkan pembebasan biaya sekolah, karena seluruh pembiayaan ditanggung oleh Pemprov Jawa Barat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media