Politik . 05/02/2026, 17:02 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Juda Agung, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029.
Ia menggantikan Thomas Djiwandono dalam pelantikan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis sore.
Pengangkatan Juda Agung sebagai Wamenkeu dilakukan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih, yang diteken langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 5 Februari 2026.
Meski dikenal sebagai ekonom dan bankir sentral, pendidikan awal Juda Agung tidak berasal dari bidang ekonomi.
Pria kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat, ini meraih gelar Sarjana Teknologi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1987.
Karier akademiknya kemudian berbelok ke bidang ekonomi. Pada 1995, ia menyelesaikan pendidikan magister keuangan, perbankan, dan finansial di University of Birmingham, Inggris, sebelum meraih gelar Doktor (PhD) bidang ekonomi di universitas yang sama pada 1999.
Karier profesional Juda Agung dimulai di Bank Indonesia sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, termasuk penugasan di Kantor Perwakilan BI London pada periode 1992–1999.
Ia kemudian meniti jalur riset sebagai peneliti ekonomi junior (1999–2002), peneliti ekonomi (2002–2003), hingga menjadi analis senior di Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI.
Pada periode 2006–2008, Juda dipercaya menjabat Kepala Bagian Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Monetersekaligus menjalankan penugasan di Dana Moneter Internasional (IMF). Kariernya terus menanjak.
Ia pernah menjabat sebagai Advisor Ekonomi dan Kebijakan Moneter (2012–2013), Kepala Grup Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter (2013), hingga Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI pada 2014, saat BI dipimpin oleh Agus D. W. Martowardojo.
Juda Agung kembali dipercaya di tingkat global sebagai Direktur Eksekutif IMF pada periode 2017–2019.
Setelah itu, ia pulang ke Indonesia dan menjabat Asisten Gubernur Bank Indonesia yang membidangi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial pada 2020–2022.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media