Nasional . 06/02/2026, 12:20 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id – Pemerintah segera merealisasikan program "Gentengisasi" yang menjadi instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyatakan kesiapannya untuk mempelajari sekaligus mengimplementasikan gerakan tersebut demi mempercantik kawasan perdesaan di seluruh Indonesia.
Maruarar, yang akrab disapa Ara, berencana meninjau langsung sentra industri genteng di tanah air guna memastikan ketersediaan pasokan dan kualitas material. Salah satu lokasi yang menjadi fokus utamanya adalah Jatiwangi di Majalengka, Jawa Barat, yang sejak lama terkenal sebagai sentra produksi genteng berkualitas.
"Tentu itu sudah arahan Presiden. Kita akan pelajari dan persiapkan terlebih dahulu. Saya akan datang ke Jatiwangi untuk melihat bagaimana industri, kualitas, kapasitas produksi, hingga harganya di sana," ujar Ara saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis 5 Februari 2026 malam.
Dampak Positif Bagi UMKM dan Hunian Warga
Program gentengisasi bertujuan mengganti atap seng yang masih mendominasi rumah-rumah warga di desa menjadi atap genteng. Presiden Prabowo menilai penggunaan seng selain merusak estetika, juga berdampak pada kenyamanan penghuni karena sifatnya yang panas dan mudah berkarat.
Menteri Ara meyakini kebijakan ini akan memberikan dampak ekonomi signifikan, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor produksi bahan bangunan. Dengan masifnya permintaan genteng secara nasional, industri lokal di daerah-daerah diharapkan dapat bangkit dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Bagian dari Gerakan Indonesia Asri
Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa proyek gentengisasi adalah pilar penting dari Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah). Dalam Rakornas yang digelar di Sentul baru-baru ini, Presiden mengajak para Bupati dan Wali Kota untuk serius mendukung program ini agar wilayah mereka menjadi lebih indah dan layak huni.
"Saya ingin semua atap rumah di Indonesia pakai genteng. Gerakan ini serius. Bersama-sama kita bikin kota, kecamatan, dan desa menjadi indah," tegas Presiden Prabowo dalam arahannya kepada para kepala daerah.
Penanganan Kemiskinan di Papua Melalui BSPS
Selain fokus pada gentengisasi, Kementerian PKP juga terus menggenjot program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di wilayah Papua. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 19 kabupaten/kota di Papua masuk dalam kategori persentase kemiskinan tertinggi di Indonesia.
Menteri Ara menginstruksikan agar setiap daerah dari 20 wilayah termiskin tersebut minimal mendapatkan 300 unit bantuan BSPS pada tahun ini. Angka ini meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 100 unit per kawasan. Langkah nyata ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Papua secara berkesinambungan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media