Nasional . 07/02/2026, 21:38 WIB

Hampir Seluruh Masjid Terdampak Bencana di Aceh Sudah Kembali Berfungsi

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh pada akhir tahun lalu membuat ratusan masjid dan musala di daerah tersebut rusak atau bahkan hilang.

Berdasarkan data yang direkap dari seluruh daerah terkena banjir dan longsor, terdapat 737 masjid/musala terdampak, dan 725 diantaranya sudah berfungsi (98 persen). Sementara 12 lainnya belum aktif, karena rusak berat bahkan hilang.

"Berdasarkan data yang telah diverifikasi, sudah 98 persen masjid dan musala yang terdampak kembali berfungsi. Tetapi, masih dalam kondisi darurat," kata Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Azhari, Kamis, 5 Februari 2026, dikutip Antara.

Ia juga menjelaskan, operasional sejumlah masjid terdampak masih bersifat darurat. "Jadi, sebagian besarnya memang beroperasi secara darurat dengan sumber daya yang ada," lanjutnya.

Adapun 12 masjid/musala yang belum beroperasi tersebut yakni mushala Baitul Banian Serbajadi Kabupaten Aceh Timur (hanyut), masjid At Taqarrub Riseh Teungoh Kabupaten Aceh Utara (dibawa arus).

Kemudian, musala Nurul Hikmah di Timang Gajah dan musala Muttaqin serta masjid Jamik Mukhlisin di Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah (banjir dan longsor).

Selanjutnya, lima rumah ibadah di Kabupaten Gayo Lues, yakni musala Serkil Putri Betung, musala Nurul Huda Pantan Cuaca, masjid Baiturrahim dan Al Ikhlas di Tripe Jaya, serta masjid Nurul Iman di Putri Betung (hanyut/hilang).

Lalu, masjid Al Mabrur Samalanga Kabupaten Bireuen, dan terakhir masjid Al Hikmah Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, kedua masjid tersebut roboh dan terbawa arus banjir.

Semangat Gotong Royong Berhasil Pulihkan Masjid

Azhari menjelaskan, semangat gotong royong para ASN Kemenag dan antusiasme masyarakat setempat membuat banyak masjid yang sudah berfungsi pasca dua bulan lebih bencana.

Selain itu, juga adanya bantuan dari Kemenag serta berbagai pihak lainnya berupa Al Quran, sajadah, alat-alat kebersihan dan lainnya, termasuk alat berat yang membantu memindahkan lumpur bekas banjir dari lingkungan masjid.

"Masyarakat bersama-sama melakukan pembersihan, termasuk ASN kita kerahkan, dan banyak pihak lainnya. Bahkan, saat kita bersihkan masjid, ada alat berat mau membantu, kita hanya mengisi BBM nya saja," katanya.

Azhari menuturkan, masjid/musala yang rusak berat, sedang dan ringan bakal (diluar yang hilang) diberikan bantuan renovasi oleh Kemenag RI dan saat ini masih dalam proses, yaitu untuk masing-masing masjid Rp50 juta, dan mushala Rp30 juta.

"Bantuan tersebut bisa digunakan untuk membeli pompa air jika airnya tidak bersih, genset, tikar shalat, serta kebutuhan mendesak lainnya," tegasnya.

"Harapan kita, masjid/musala yang rusak ini kembali bersih dan berfungsi dengan baik untuk masyarakat beribadah. Apalagi, sebentar lagi kita mau memasuki bulan suci Ramadhan," lanjut Azhari.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com