Pendidikan . 07/02/2026, 15:06 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selama ini dikenal memiliki keterampilan teknis yang kuat dan siap kerja. Namun sayangnya, belum semua lulusan SMK terserap optimal di dunia industri dalam negeri.
Di tengah tantangan tersebut, peluang justru terbuka lebar di pasar kerja internasional yang tengah mengalami kekurangan tenaga terampil dalam jumlah besar.
Melihat potensi besar ini, pemerintah menghadirkan terobosan lewat program SMK Go Global. Program ini dirancang sebagai jembatan bagi lulusan SMK untuk meniti karier hingga ke level internasional melalui skema pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan kerja resmi di luar negeri.
Bukan sekadar wacana, program ini menawarkan beasiswa penuh, pelatihan kompetensi, hingga fasilitasi kerja di negara dengan standar gaji jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia.
Tak heran, program ini langsung menarik perhatian banyak lulusan SMK dan pencari kerja muda.
Berdasarkan data Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), terdapat sekitar 6,41 juta kebutuhan tenaga kerja dari berbagai negara mitra. Angka ini menunjukkan peluang besar yang sebenarnya bisa diisi oleh tenaga terampil asal Indonesia.
Beberapa negara yang paling membutuhkan antara lain:
Jepang
Korea Selatan
Jerman
Australia
Uni Emirat Arab
Sektor yang dibutuhkan pun sangat beragam, mulai dari:
Caregiver
Perawat
Pengelas (Welder)
Pengemudi Truk
Hospitality dan Perhotelan
Sayangnya, peluang besar ini belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan lulusan SMK. Kendala utama biasanya terletak pada keterbatasan bahasa asing, sertifikasi internasional, serta standarisasi skill global.
Karena itulah pemerintah menghadirkan SMK Go Global sebagai solusi strategis agar lulusan SMK bisa menembus pasar kerja internasional secara aman, legal, dan terarah.
Salah satu daya tarik utama program ini adalah beasiswa pelatihan full cover yang diberikan kepada peserta terpilih.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media