Nasional . 07/02/2026, 17:35 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Karena itu, ramalan Jayabaya kerap ditafsirkan melampaui zamannya, bahkan diproyeksikan hingga tahun 2100.
Jayabaya disebut-sebut turun takhta dan mencapai moksa atau menghilang secara spiritual di Desa Menang, Kediri, yang kini menjadi lokasi ziarah.
Kepercayaan terhadap ramalannya tetap hidup kuat dalam budaya Jawa, mencerminkan cara masyarakat memaknai ketidakpastian masa depan.
Secara geologi, wilayah selatan Pulau Jawa berada di atas zona subduksi, tempat Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
Zona ini dikenal sebagai megathrust, yang merupakan sumber gempa besar berpotensi memicu tsunami.
Para ahli kebencanaan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, jika segmen megathrust selatan Jawa pecah secara maksimal, kekuatan gempa dapat mencapai Magnitudo 8 hingga lebih dari 9.
Kekuatan tersebut sangat bergantung pada luas bidang patahan dan besarnya energi yang dilepaskan.
Sejumlah kajian ilmiah juga mensimulasikan potensi tsunami dengan ketinggian belasan hingga puluhan meter di wilayah pesisir tertentu.
Meski demikian, para ahli geologi menegaskan gempa megathrust tidak dapat diprediksi waktu terjadinya.
BMKG menekankan bahwa gempa Pacitan tidak bisa dijadikan tanda pasti gempa besar akan segera terjadi, meskipun wilayah tersebut memang tergolong rawan secara geologis.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media