Megapolitan . 10/02/2026, 14:01 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
Sementara itu, Edi Mulyadi menceritakan pengalamannya saat mengikuti kedatangan tim ke UGM pada April 2025.
"Saya datang sendiri naik kereta. Saat tiba, Roy, Rismon, dan Tifa sudah berada di dalam ruangan," ungkapnya.
Ia menyebut Roy dan dr. Tifa menyatakan kedatangan mereka sebagai peneliti sekaligus alumni yang ingin mengakses data akademik.
"Mereka datang sebagai peneliti. Tapi mereka kecewa karena UGM tidak menyediakan data yang dijanjikan. Banyak dokumen tidak ditampilkan," bebernya.
Menurut Edi, situasi sempat memanas karena dokumen yang diminta tidak langsung diperlihatkan oleh pihak kampus.
"Mereka bahkan hampir walk out. Baru di menit terakhir skripsi dikeluarkan dan difoto untuk diteliti," imbaunya.
Edi juga mengatakan terdapat sejumlah hal yang dianggap janggal oleh Roy dan Rismon, yang kemudian menjadi bahan kajian lanjutan.
Tim kuasa hukum berharap keterangan para saksi dan ahli yang diajukan dapat menjadi pertimbangan objektif bagi penyidik dalam menangani perkara tersebut.
"Selama tiga hari ini kami ajukan saksi dan ahli yang relevan agar perkara ini dilihat secara objektif dan proporsional," sebutnya.
Rafi Adhi/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media