Nasional . 11/02/2026, 07:56 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Peristiwa ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu rumah roboh. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa korban telah dievakuasi dan situasi di lokasi sudah terkendali.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bukan sekadar potensi di atas kertas. Dampaknya nyata dan bisa terjadi kapan saja.
BNPB juga memperbarui kondisi banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Bencana tersebut berdampak pada sekitar 1.890 kepala keluarga atau 4.980 jiwa.
Meski saat ini banjir berangsur surut, jumlah warga terdampak menunjukkan skala kejadian yang tidak kecil. Ribuan orang harus menghadapi gangguan aktivitas akibat genangan air.
Kondisi ini memperlihatkan betapa pentingnya kesiapsiagaan, terutama saat BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat di berbagai wilayah.
Rangkaian informasi dari BMKG dan BNPB mempertegas satu hal: risiko bencana hidrometeorologi masih tinggi. Hujan lebat, angin kencang, banjir, hingga longsor bisa terjadi dalam waktu singkat.
Karena itu, masyarakat perlu:
Jangan anggap remeh peringatan dini. Data terbaru menunjukkan dampaknya sudah terjadi, mulai dari korban jiwa akibat angin kencang di Balikpapan hingga ribuan warga terdampak banjir di Kabupaten Banjar.
Cuaca memang tak bisa dikendalikan, tetapi kesiapsiagaan ada di tangan kita. Jangan sampai lengah saat potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem mengintai. (ANTARA)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media