Ekonomi . 12/02/2026, 08:15 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan jaminan keamanan pasokan pangan pokok bagi warga Ibu Kota menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Meski memprediksi adanya lonjakan permintaan dan kenaikan harga pada sejumlah komoditas, otoritas daerah memastikan ketersediaan daging sapi tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menegaskan bahwa menjaga stabilitas stok pangan merupakan tanggung jawab prioritas pemerintah daerah. Berdasarkan laporan Asisten Perekonomian dan Keuangan kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, ketersediaan daging sapi berada dalam level aman hingga berakhirnya masa libur Lebaran 2026.
Pemprov DKI Jakarta memproyeksikan adanya fluktuasi harga akibat meningkatnya konsumsi masyarakat. Berdasarkan analisis data, komoditas telur ayam mencatatkan potensi kenaikan paling signifikan sebesar 7,5 persen menjelang Ramadan. Tren serupa membayangi daging sapi dan kerbau yang diperkirakan mengalami kenaikan harga sekitar 3,57 persen.
Lonjakan harga tersebut diprediksi akan semakin tajam saat memasuki fase Idulfitri. Telur ayam berpotensi merangkak naik hingga 17,20 persen, sementara daging ayam diperkirakan meningkat sebesar 10,77 persen. Komoditas lain seperti bawang merah dan minyak goreng juga masuk dalam daftar pengawasan ketat pemerintah guna mencegah inflasi yang berlebihan di Ibu Kota.
Guna membendung gejolak harga tersebut, Perumda Dharma Jaya sebagai BUMD pangan Jakarta telah menyiagakan stok dalam jumlah besar. Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya menguasai cadangan daging sapi sebanyak 1.246 ton dan daging ayam mencapai 435 ton.
"Kami juga menyiapkan 1.594 ekor sapi hidup yang siap potong. Selain itu, pada akhir Februari ini akan masuk lagi sekitar 500 hingga 600 ekor sapi asal Australia untuk memperkuat stok Jakarta," ujar Raditya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/2).
BUMD ini bahkan masih memiliki cadangan tambahan sekitar 1.000 ekor sapi yang dapat diterjunkan kapan saja untuk melakukan stabilisasi harga jika pasar mulai mengalami gejolak. Langkah ini krusial mengingat kebutuhan daging sapi di Jakarta mencapai 73.100 ton per tahun, sedangkan daging ayam menembus angka 182.230 ton.
Selain mengamankan pasokan, Dharma Jaya berkomitmen menjual daging dengan harga di bawah rata-rata pasar. Untuk jenis daging sapi paha belakang premium, perusahaan mematok harga Rp 135.000 per kilogram. Nilai ini lebih ekonomis jika dibandingkan dengan harga kompetitor yang telah menyentuh angka Rp 139.500 hingga Rp 140.000 per kilogram.
Strategi jangka panjang juga tengah berjalan melalui penguatan infrastruktur. Saat ini, fasilitas cold storage berkapasitas 800 ton di Cakung telah beroperasi penuh. Ke depan, Dharma Jaya berencana membangun gudang pendingin raksasa berkapasitas 5.000 ton untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Melalui koordinasi intensif di bawah arahan dinas terkait, Perumda Dharma Jaya optimistis mampu menyuplai kebutuhan sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) serta rumah tangga yang biasanya meningkat drastis selama momen berbuka puasa dan Lebaran.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media