Nasional . 13/02/2026, 15:46 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang masih menghadapi persoalan kekurangan gizi.
Menurutnya, program tersebut mungkin tidak dirasakan urgensinya oleh kalangan berpenghasilan tinggi atau berpendidikan tinggi. Namun bagi mayoritas rakyat, pemenuhan gizi merupakan kebutuhan mendasar yang harus dijamin negara.
“Makan bergizi gratis mungkin tidak penting untuk orang-orang yang cukup berada. Tapi bagi mayoritas rakyat, ini sangat-sangat diperlukan,” ujar Presiden saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan gudang ketahanan pangan Polri, Jumat, 13 Februari 2026.
Pernyataan itu disampaikan sebagai respons terhadap kritik yang muncul saat MBG diluncurkan tahun lalu. Ia mengungkapkan, sejumlah pihak sempat mengejek dan menilai program tersebut sebagai pemborosan anggaran.
Meski demikian, Presiden meyakini pemerintah telah mengambil langkah yang tepat. Ia menilai persoalan kekurangan gizi masih menjadi tantangan nyata bagi banyak anak Indonesia, yang berpotensi menghambat tumbuh kembang serta memperburuk lingkaran kemiskinan jika tidak ditangani secara serius.
“Saya yakin waktu itu saya berada di jalan yang benar. Tujuan kita benar dan baik,” tegasnya.
Presiden juga menekankan bahwa MBG bukan kebijakan tanpa dasar. Ia menyebut program tersebut lahir setelah mempelajari praktik di berbagai negara lain. Menurutnya, banyak negara maju dan demokratis telah menerapkan program serupa sebagai bentuk intervensi langsung pemerintah untuk menjamin kecukupan gizi masyarakat.
Dengan demikian, MBG dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan dasar yang berkelanjutan.
Anisha Aprilia/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media