Nasional . 16/02/2026, 20:59 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan adanya potensi ancaman bahaya dari aktivitas Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan keluarnya gas beracun dari kawah serta potensi erupsi freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Pelaksana Tugas Badan Geologi, Lana Saria, dalam laporan aktivitas periode 16–31 Agustus 2026 yang diterima di Manado, menyebutkan bahwa erupsi freatik bisa terjadi akibat kontak antara uap panas magma dan air hidrotermal di dalam gunung.
“Dapat terjadi erupsi freatik secara tiba-tiba,” ujarnya.
Berdasarkan pengamatan instrumental selama periode tersebut, aktivitas kegempaan Gunung Lokon tercatat sebagai berikut:
Data menunjukkan kegempaan didominasi gempa vulkanik dangkal, sementara gempa vulkanik dalam relatif jarang terekam. Secara visual, terpantau hembusan asap putih tipis dengan ketinggian maksimum sekitar 25 meter di atas kawah.
Hingga hasil evaluasi terakhir, tingkat aktivitas Gunung Lokon masih berada pada Level II (Waspada). Status ini menandakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik, namun belum mengarah pada erupsi besar.
Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan wisatawan:
Selain potensi gas beracun dan erupsi freatik, masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman lahar, terutama pada musim hujan. Aliran lahar berpotensi terjadi di sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon.
Pemerintah daerah bersama otoritas terkait terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan keselamatan warga di sekitar kawasan gunung.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi dan pemerintah setempat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media