Nasional . 16/02/2026, 14:56 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Posisi geografis Indonesia terlalu jauh di utara dari jalur bayangan Bulan yang menyapu kutub selatan.
Waktu puncak gerhana terjadi sekitar pukul 19.12 WIB, saat Matahari sudah terbenam di seluruh wilayah Indonesia.
Artinya, langit Indonesia sudah gelap ketika fase maksimum berlangsung, sehingga tidak ada bagian gerhana yang bisa diamati.
Fenomena gerhana cincin maupun total memang memiliki lintasan sempit karena dipengaruhi beberapa faktor astronomi:
Kemiringan orbit Bulan terhadap Bumi
Jarak Bulan saat apogee atau perigee
Sudut perpotongan orbit terhadap Matahari
Kombinasi faktor tersebut membuat jalur antumbra hanya selebar ratusan kilometer, berbeda dengan gerhana parsial yang bisa terlihat lebih luas.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah lintasan, pengamatan harus dilakukan dengan perlindungan mata yang tepat, seperti:
Kacamata khusus gerhana bersertifikat ISO
Filter teleskop surya
Proyeksi lubang jarum (pinhole projector)
Mengamati Matahari secara langsung tanpa pelindung dapat merusak retina secara permanen.
Gerhana Matahari Cincin memang tidak sesering gerhana parsial. Setiap kemunculannya selalu dinanti oleh:
Astronom profesional
Fotografer langit
Peneliti atmosfer
Wisatawan astronomi
Meski Indonesia tidak kebagian jalur pengamatan pada 2026, fenomena ini tetap menjadi pengingat betapa dinamis dan menakjubkannya pergerakan benda langit di tata surya.
Bagi pecinta astronomi Tanah Air, kesempatan menyaksikan cincin api berikutnya di wilayah Indonesia masih terbuka di masa mendatang, seiring siklus gerhana yang terus berulang dalam periode Saros.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media