Internasional . 18/02/2026, 15:22 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Ribuan warga Palestina melaksanakan salat Tarawih pertama bulan suci Ramadhan pada Selasa, 17 Februari 2026 malam, di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem.
Di saat warga Palestina menunaikan salat tarawih di masjid suci ketiga bagi umat Muslim tersebut, polisi Israel terlihat berjaga di seluruh area itu.
Para jemaah memenuhi ruang salat tertutup dan halaman terbuka masjid, sementara Syekh Yusuf Abu Sneineh, mubaligh Masjid Al-Aqsa, memimpin salat malam.
Rekaman yang dibagikan secara daring menunjukkan polisi Israel ditempatkan di dalam kompleks dan bergerak di antara para jemaah selama salat.
Sebelumnya pada hari itu, Syekh Mohammed Hussein, Mufti Agung Yerusalem dan wilayah Palestina, mengumumkan bahwa hari Rabu akan menandai hari pertama bulan suci Ramadhan.
“Bulan sabit Ramadhan telah terlihat sesuai dengan prosedur hukum Islam,” katanya, menegaskan bahwa 18 Februari 2026 sesuai dengan hari pertama Ramadhan 1447 dalam kalender Islam.
Doa-doa tersebut dilaksanakan di tengah meningkatnya ketegangan di Yerusalem Timur yang diduduki, khususnya di dalam dan sekitar Kota Tua dan kompleks Al-Aqsa.
Dilaporkan, otoritas Israel telah meningkatkan langkah-langkah keamanan, termasuk penangkapan dan larangan sementara terhadap tokoh-tokoh agama dan aktivis.
Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania mengatakan, pembatasan yang diterapkan Israel di seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, telah meningkat menjelang Ramadan.
Menurut angka yang dikutip oleh Pemerintah Provinsi Yerusalem, ada lebih dari 250 perintah yang melarang warga Palestina memasuki Al-Aqsa telah dikeluarkan sejak awal tahun 2026.
Pada Senin malam, polisi Israel menahan Sheikh Mohammad Al-Abbasi, imam Masjid Al-Aqsa, sebelum melepaskannya dan mengeluarkan larangan selama satu minggu dari masjid, yang dapat diperpanjang, kata pemerintah provinsi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media