Kesehatan . 19/02/2026, 16:26 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Selain usia 11 tahun, pemerintah juga menyiapkan vaksin kejar bagi remaja perempuan usia 15 tahun yang belum mendapat imunisasi.
Ke depan, pemerintah bahkan mempertimbangkan perluasan ke kelompok usia 21 tahun sebagai program lanjutan.
Pemerintah memasang target ambisius: 90 persen anak laki-laki dan perempuan sudah mendapat vaksin HPV pada 2030.
Vaksin diberikan sebelum usia 15 tahun agar perlindungan terbentuk sebelum seseorang aktif secara seksual di masa dewasa.
Saat ini skema pemberian vaksin adalah:
Kelas 5 SD (usia 11 tahun) → dosis utama
Kelas 6 SD → kejar bagi yang belum
Kelas 9 SMP (usia 15 tahun) → imunisasi lanjutan
Program ini juga mencakup anak yang tidak bersekolah melalui fasilitas kesehatan pemerintah.
Meski tidak terkena kanker serviks, laki-laki tetap berisiko terinfeksi HPV.
Virus ini dapat menyebabkan:
Kutil kelamin
Kanker penis
Kanker anus
Kanker tenggorokan (orofaring)
Selain melindungi diri sendiri, vaksinasi laki-laki juga menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok, sehingga penularan virus menurun drastis.
Program vaksinasi HPV dan skrining massal merupakan bagian dari strategi nasional eliminasi kanker serviks.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media