Kesehatan . 19/02/2026, 16:26 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Pemerintah menargetkan:
Cakupan vaksinasi tinggi
Skrining luas perempuan usia 30+
Penanganan cepat kasus positif
Edukasi kesehatan reproduksi
Jika seluruh target tercapai, angka kematian akibat kanker serviks diproyeksikan turun signifikan dalam satu dekade ke depan.
Kebijakan vaksin HPV untuk anak laki-laki menandai perubahan pendekatan pemerintah: dari kuratif menjadi preventif.
Artinya, negara tidak hanya mengobati, tetapi mencegah penyakit sejak dini melalui:
Imunisasi
Edukasi
Deteksi dini
Penguatan layanan primer
Dengan dimulainya vaksinasi pada 2027, Indonesia diharapkan semakin dekat menuju generasi bebas kanker serviks.
Program ini sekaligus menegaskan bahwa pencegahan penyakit menular seksual bukan hanya tanggung jawab perempuan, tetapi juga laki-laki sebagai bagian dari perlindungan kesehatan bersama. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media