Viral . 20/02/2026, 12:36 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id – Suasana khidmat malam pertama Ramadan di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendadak mencekam. Seorang warga negara asing (WNA) perempuan nekat mengamuk dan menyerang warga yang tengah melaksanakan ibadah tadarusan di salah satu musala setempat, Kamis 19 Februari 2026.
Aksi nekat bule tersebut diduga karena ia merasa terganggu dengan suara pengeras suara (speaker) musala yang digunakan warga untuk mengaji. Ketegangan memuncak saat perempuan itu masuk secara paksa ke dalam area ibadah dan mencoba menghentikan aktivitas warga secara anarkis.
Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni, mengonfirmasi bahwa pemicu kemarahan WNA tersebut murni karena keberatan dengan suara tadarusan.
"Dia mempermasalahkan kegiatan tadarusan itu karena merasa terganggu oleh suara speaker," ujar Husni kepada media.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, bule tersebut tidak hanya berteriak-teriak di depan bangunan, tetapi juga merangsek masuk ke dalam musala. Secara mengejutkan, ia langsung merusak mikrofon yang sedang digunakan warga untuk membaca ayat suci Al-Qur'an.
Keributan fisik pun tidak terhindarkan saat warga mencoba menghalau aksi agresif perempuan tersebut. Dalam pergulatan itu, seorang warga dilaporkan mengalami luka cakaran di bagian tubuhnya akibat serangan sang bule.
"Ada salah satu warga yang luka dicakar. Dia (bule) menyerang saat warga mencoba membela diri. Bahkan, salah satu tokoh di musala sampai jatuh tersungkur akibat ulah perempuan itu," tambah Husni.
Insiden memalukan di destinasi wisata internasional ini langsung menjadi sorotan publik setelah videonya viral di berbagai platform media sosial. Warga menyesalkan tindakan WNA tersebut yang dinilai tidak menghargai toleransi beragama dan kearifan lokal masyarakat setempat, terutama di momen sakral awal Ramadan.
Pihak pemerintah desa dan kepolisian setempat kini tengah menindaklanjuti kasus ini untuk menghindari aksi main hakim sendiri dari warga yang geram. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para wisatawan mancanegara untuk tetap menghormati tradisi dan ibadah masyarakat lokal selama bulan suci Ramadan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media