Kesehatan . 20/02/2026, 15:57 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Menjalankan ibadah puasa bukan berarti produktivitas harus menurun. Kunci utama agar tubuh tetap prima terletak pada pengaturan pola makan dan pemenuhan gizi seimbang antara waktu sahur hingga berbuka.
Langkah pertama dimulai sejak dini hari. Menu sahur yang tepat menjadi fondasi energi untuk beraktivitas seharian. Sangat disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan berserat tinggi, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Serat memiliki kemampuan unik untuk memberikan rasa kenyang lebih lama di perut.
Selain serat, asupan protein dari lauk-pauk juga krusial untuk menjaga daya tahan tubuh. Satu hal yang sering terlupakan: hindarilah makanan berminyak atau gorengan berlebih saat sahur. Lemak jenuh cenderung membuat tubuh cepat merasa mengantuk dan lemas saat siang hari.
Memasuki waktu berbuka, prinsip "makan secukupnya" adalah aturan emas. Alih-alih langsung menyantap porsi besar, proses makan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar sistem pencernaan tidak kaget dan perut tidak terasa sesak. Pilihlah menu dengan gizi seimbang dan batasi konsumsi makanan yang mengandung kadar gula, garam, serta lemak yang terlalu tinggi.
Kebutuhan cairan juga menjadi aspek vital yang tidak boleh disepelekan. Untuk mencegah dehidrasi, target delapan gelas air per hari tetap harus terpenuhi dengan pembagian waktu yang cerdas:
• Sahur: 2 gelas
• Berbuka & Setelah Magrib: 2 gelas
• Setelah Isya & Tarawih: 2 gelas
• Sebelum Tidur: 2 gelas
Melengkapi pola makan sehat, menjaga kebugaran selama Ramadan juga perlu didukung dengan aktivitas fisik yang teratur, durasi tidur yang cukup, serta konsistensi dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan pola hidup yang tepat, puasa bukan sekadar ibadah, melainkan sarana untuk meraih kesehatan tubuh yang lebih optimal.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media