Nasional . 21/02/2026, 06:15 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Pertanyaan mengenai kapan tunjangan hari raya (THR) 2026 cair akhirnya dijawab Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pemerintah memastikan pencairan THR bagi aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri akan dilakukan pada awal bulan Ramadhan.
Kepastian itu disampaikan Purbaya saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Rabu. Ia menyebut penyaluran THR akan dimulai pada pekan pertama puasa.
“(Pencairan THR) Minggu pertama puasa,” kata Purbaya.
Meski demikian, ia belum merinci tanggal pasti pencairannya. Purbaya hanya memastikan proses penyaluran tidak akan lama lagi.
“Bentar lagi,” ujarnya singkat.
Dalam kesempatan lain pada acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2), Purbaya kembali menegaskan bahwa THR ASN tetap akan dicairkan pada awal Ramadhan.
“Ada pasti nanti (pencairan THR ASN). Tapi, saya tidak tahu tanggal pastinya, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan udah bisa kita salurkan,” kata Purbaya.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran THR ASN, TNI, dan Polri pada 2026. Anggaran tersebut masuk dalam proyeksi belanja pemerintah pada triwulan I 2026 yang mencapai Rp809 triliun.
Selain untuk THR, pemerintah juga mengalokasikan sejumlah anggaran prioritas lain pada periode yang sama. Di antaranya percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun, rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatera Rp6 triliun, serta paket stimulus ekonomi Rp13 triliun.
Purbaya menegaskan belanja pemerintah pada triwulan I 2026 akan direalisasikan tepat waktu guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Pemerintah optimistis tren positif ekonomi Indonesia pada 2025 berlanjut pada 2026.
“Prediksi kita di triwulan pertama, ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai 6 persen,” kata dia.
Menurut Purbaya, target tersebut merupakan capaian yang sangat baik. Jika terealisasi, Indonesia dinilai mampu keluar dari pola pertumbuhan stagnan di kisaran 5 persen.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penguatan konsumsi rumah tangga pada awal 2026. Momentum libur dan cuti bersama Imlek serta Idul Fitri, ditambah kebijakan Work From Anywhere (WFA), diyakini akan memberikan dorongan tambahan terhadap aktivitas ekonomi nasional.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media