Politik . 23/02/2026, 19:46 WIB

Pecah Kongsi! Dokter Piprim Sebut Dua Wamenkes Melawan Menkes Budi, Ada 'Premanisme Birokrasi' di Kemenkes?

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Dunia kesehatan tanah air mendadak guncang! Isu perpecahan di level pimpinan tertinggi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini mencuat ke publik dan menjadi perbincangan hangat. Mantan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dokter Piprim Basarah Yanuarso, secara mengejutkan membongkar adanya perbedaan sikap yang sangat tajam di antara para pejabat teras di Jalan Rasuna Said.

Klaim panas ini muncul buntut dari pemecatan Dokter Piprim sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Bukannya suara bulat, Piprim justru menyebut bahwa pimpinan di kementerian tersebut terbelah menjadi dua kubu. Kabar ini tentu memicu kekhawatiran publik mengenai stabilitas birokrasi kesehatan Indonesia di masa depan.

Dua Wamenkes Dukung IDAI, Tolak Cara-Cara Kasar

Dokter Piprim secara blak-blakan mengungkapkan bahwa dua Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), yakni Dante Saksono Herbuwono dan Benjamin Paulus Octavianus, justru memberikan dukungan kepada dirinya dan IDAI. Langkah kedua Wamenkes ini dinilai sangat kontras dengan keputusan yang diambil oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Piprim, kedua pendamping Menkes tersebut lebih mengedepankan martabat profesi dokter ketimbang menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang. Ia bahkan tidak segan menggunakan istilah yang cukup keras untuk menggambarkan situasi birokrasi saat ini.

"Bayangkan lho, dua Wamenkes itu justru mendukung kami di IDAI. Bahwa harus dilakukan pendekatan yang sesuai martabat profesi kita, tidak boleh berdasarkan premanisme birokrasi," ucap Piprim dengan nada tegas saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).

Pernyataan ini seolah memberikan sinyal bahwa ada "perang dingin" atau perbedaan prinsip yang sangat mendalam di internal Kemenkes. Istilah "premanisme birokrasi" yang dilontarkan Piprim merujuk pada cara-cara pengambilan keputusan yang dianggap tidak menghargai etika profesi kedokteran.

Siapa Pihak yang Bertanggung Jawab? Piprim Sebut Tiga Nama Utama

Tak hanya membela diri, Dokter Piprim juga menunjuk langsung siapa saja pihak yang ia anggap paling bertanggung jawab atas Surat Keputusan (SK) pemecatannya. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak merepresentasikan suara seluruh pejabat tinggi di kementerian.

Secara spesifik, Piprim mengarahkan telunjuknya kepada tiga sosok kunci: Menkes Budi Gunadi Sadikin, Dirjen Pelayanan Kesehatan Azhar Jaya, dan Sekjen Kunta Wibawa. Menurutnya, ketiga tokoh inilah yang berada di balik layar pemberhentian dirinya sebagai ASN.

"Jadi tidak semua pejabat tinggi Kementerian Kesehatan melakukan penyalahgunaan kekuasaan. Dua Wamenkes itu justru mendukung saya," tegas Piprim kembali menekankan adanya dukungan internal bagi dirinya.

Kerja Sama dengan Wamenkes Tetap Harmonis di Tengah Konflik

Menariknya, meski hubungan Dokter Piprim dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin dianggap sudah "mentok" atau menemui jalan buntu, kolaborasi IDAI dengan Wamenkes justru terlihat masih sangat produktif. Piprim menceritakan betapa kontrasnya perlakuan yang ia terima dari Wamenkes Dante Saksono Harbuwono.

Ia mencontohkan upaya penanggulangan TBC pada anak Indonesia yang tetap berjalan maksimal meskipun ada kemelut jabatan. Hubungan profesional antara pakar-pakar IDAI dengan Wamenkes Dante disebut masih sangat harmonis dan saling mendukung demi kesehatan generasi mendatang.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com