Internasional . 23/02/2026, 16:36 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Dunia hitam narkotika internasional berguncang hebat. Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, yang lebih dikenal dengan julukan menyeramkan "El Mencho", dilaporkan meninggal dunia pada Minggu, 22 Februari 2026.
Pemimpin tertinggi Cártel Jalisco Nueva Generación (CJNG) ini tewas setelah terjebak dalam operasi penyergapan kolosal yang melibatkan militer Meksiko dan intelijen Amerika Serikat di Tapalpa, Jalisco.
Kematian El Mencho bukan sekadar hilangnya satu nyawa, melainkan runtuhnya pilar utama distribusi fentanil dan metamfetamin global.
Ia tewas akibat luka tembak serius saat berusaha dievakuasi menggunakan helikopter menuju Mexico City.
Peristiwa ini menandai berakhirnya perburuan panjang terhadap pria yang kepalanya dihargai 15 juta dolar AS oleh pemerintah Amerika Serikat.
"Operasi ini adalah hasil koordinasi intelijen tingkat tinggi antara Meksiko dan Amerika Serikat. Target utama, Rubén N (El Mencho), tewas dalam proses evakuasi medis setelah kontak senjata yang sangat intens," tulis pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Nasional (Defensa).
Hanya dalam hitungan jam setelah kabar kematian El Mencho dikonfirmasi, Meksiko berubah menjadi medan perang.
Para pengikut setianya di CJNG melancarkan aksi balas dendam terorganisir yang melumpuhkan berbagai negara bagian.
Taktik narcobloqueos atau pembakaran kendaraan massal untuk memblokir jalan raya terjadi serentak di 20 wilayah berbeda.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mencoba menenangkan publik melalui media sosial dengan mengklaim 90 persen blokade telah diatasi.
Namun kenyataan di lapangan menunjukkan warga Amerika Serikat di sana diminta untuk segera mencari perlindungan (shelter-in-place).
Lahir di tengah kemiskinan di Naranjo de Chila pada 1966, masa kecil El Mencho dihabiskan di perkebunan alpukat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media