Internasional . 24/02/2026, 20:46 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Nama El Mencho telah lama masuk daftar buronan prioritas Amerika Serikat. Sejak 2016, ia diburu atas tuduhan perdagangan narkoba dan pencucian uang.
Bahkan pada Desember 2024, pemerintah AS menawarkan hadiah sebesar 15 juta dolar bagi siapa pun yang memberikan informasi menuju penangkapannya.
Namun sebelum imbalan itu diklaim, pemimpin CJNG tersebut lebih dulu tewas dalam operasi domestik Meksiko.
Identitasnya kemudian dipastikan melalui analisis forensik dan uji DNA oleh kantor Kejaksaan Agung Meksiko, sebagaimana dikonfirmasi Menteri Keamanan dan Perlindungan Warga, Omar García Harfuch.
Kabar kematian El Mencho memicu reaksi keras dari jaringan kartel. Otoritas melaporkan sedikitnya 252 blokade jalan di 20 negara bagian, pembakaran properti bisnis, hingga bentrokan bersenjata.
Sebanyak 34 tersangka anggota kartel tewas dan 70 lainnya ditangkap. Di pihak aparat, 25 anggota Garda Nasional serta satu personel militer gugur.
“Setelah upaya penahanan tersebut, terjadi 27 serangan terhadap aparat,” ungkap Harfuch.
Meski sempat memanas, Presiden Sheinbaum menyatakan situasi kini telah stabil. Pusat komando keamanan nasional bekerja penuh mengoordinasikan seluruh pasukan federal dengan pemerintah daerah.
“Kondisi saat ini damai dan terkendali. Koordinasi antarnegara bagian berjalan efektif,” katanya.
Kematian El Mencho menandai babak baru dalam perang panjang Meksiko melawan kartel narkoba.
Pemerintah Meksiko menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat keamanan nasional dan memperdalam kerja sama intelijen internasional tanpa melibatkan kekuatan asing dalam operasi bersenjata domestik.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media