Internasional . 24/02/2026, 15:36 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Pemerintah Amerika Serikat secara terbuka mengakui keterlibatannya dalam operasi keamanan yang berujung pada tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho.
Pernyataan resmi itu disampaikan langsung oleh Gedung Putih, menandai babak baru dalam kerja sama keamanan lintas negara antara Washington dan Mexico City.
Operasi yang berlangsung di Tapalpa, negara bagian Jalisco, disebut sebagai salah satu langkah paling signifikan dalam perang melawan kartel narkoba paling berpengaruh di Meksiko, yakni Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG).
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa Amerika Serikat memberikan bantuan intelijen strategis guna mendukung operasi militer Meksiko.
“Amerika Serikat memberikan dukungan intelijen kepada pemerintah Meksiko untuk membantu operasi di Tapalpa, Jalisco, di mana Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera Cervantes berhasil dilumpuhkan,” ujar Leavitt melalui pernyataan publik.
Ia menekankan El Mencho selama ini menjadi target prioritas kedua negara karena perannya sebagai salah satu pemasok utama fentanyl ilegal ke wilayah Amerika Serikat.
Leavitt juga mengingatkan pada masa pemerintahan Donald Trump, CJNG telah ditetapkan sebagai organisasi teroris asing.
Label tersebut membuka jalan bagi pendekatan yang lebih agresif dalam memerangi jaringan kartel lintas batas.
Dalam operasi tersebut, selain El Mencho, tiga anggota kartel dilaporkan tewas, tiga lainnya mengalami luka, dan dua tersangka berhasil ditangkap.
Gedung Putih turut memberikan apresiasi terhadap militer Meksiko atas keberhasilan operasi yang dinilai presisi dan terkoordinasi dengan baik.
Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, menyebut keberhasilan ini sebagai “perkembangan besar” bagi stabilitas kawasan.
Menurutnya, tumbangnya pemimpin CJNG bukan hanya berdampak pada keamanan Meksiko dan Amerika Serikat, tetapi juga memberi sinyal kuat bagi jaringan kriminal di Amerika Latin.
Namun, kematian El Mencho tidak serta-merta membawa ketenangan. Sejumlah laporan menyebut terjadi aksi balasan berupa pemblokiran jalan, pembakaran kendaraan, serta bentrokan bersenjata di berbagai wilayah yang selama ini menjadi basis operasi CJNG.
Beberapa negara bagian seperti Tamaulipas, Michoacan, dan Nayarit dilaporkan mengalami gangguan keamanan setelah operasi tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media