Hukum dan Kriminal . 26/02/2026, 16:11 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Keterangan yang diperoleh penyidik, termasuk dari pengakuan atau “nyanyian” tersangka, menjadi salah satu pintu masuk pengembangan kasus.
Tak berhenti pada dugaan aliran dana, perkara ini juga menyeret AKBP Didik dalam kasus kepemilikan narkotika.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menemukan sejumlah barang bukti saat melakukan penggeledahan di rumah pribadinya di Tangerang.
Dalam koper yang diamankan, penyidik menemukan:
Selain itu, penyidikan di wilayah NTB juga mengungkap temuan sabu seberat 488 gram di rumah dinas AKP Malaungi di kompleks asrama Polres Bima Kota.
Barang tersebut disebut dalam berita acara pemeriksaan terkait dengan pengetahuan dan arahan dari atasan.
Kini, selain menghadapi sanksi etik berupa pemecatan, AKBP Didik juga berstatus tersangka dalam dua jalur penyidikan berbeda: oleh Bareskrim Polri terkait kepemilikan narkotika dan oleh Ditresnarkoba Polda NTB terkait dugaan peredaran.
AKP Malaungi pun menerima nasib serupa. Ia turut dijatuhi sanksi PTDH berdasarkan putusan sidang KKEP di Mapolda NTB.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan aparat penegak hukum dan bandar narkotika dalam satu pusaran perkara besar.
Dengan diterimanya SPDP oleh Kejati NTB, proses hukum memasuki tahapan berikutnya. Publik kini menanti bagaimana penanganan perkara ini akan berjalan hingga ke meja hijau.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media