Ekonomi . 27/02/2026, 12:34 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memperkenalkan pola baru dalam pengelolaan anggaran negara yang sangat masif. Tidak tanggung-tanggung, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau "dapur" program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menerima kucuran dana mencapai Rp500 juta setiap harinya. Menariknya, pemerintah memangkas birokrasi dengan mengirimkan dana tersebut langsung ke titik sasaran tanpa melalui perantara Pemerintah Daerah (Pemda).
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan agar perputaran uang benar-benar menyentuh masyarakat bawah dari Sabang sampai Merauke. Dari total anggaran BGN sebesar Rp268 triliun, sebanyak 93 persen atau sekitar Rp240 triliun beredar langsung di daerah.
Dadan menyebut sistem ini sebagai model baru yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam era mana pun di Indonesia. Pemerintah memastikan tidak ada satu rupiah pun uang yang "mampir" ke kas Pemda sebelum sampai ke SPPG. Hingga saat ini, peredaran uang di lapangan sudah menembus angka sekitar Rp36 triliun.
"BGN menghadirkan pola baru, di mana 93 persen dana itu disalurkan langsung ke SPPG-SPPG. Setiap hari setiap SPPG menerima Rp500 juta," ujar Dadan dalam keterangannya, Jumat, 27 Februari 2026. Semakin banyak jumlah unit SPPG yang beroperasi di suatu wilayah, maka semakin besar pula likuiditas ekonomi yang berputar di daerah tersebut.
Program Makan Bergizi Gratis ini menjadi dewa penolong bagi para petani dan pelaku usaha lokal. BGN memberikan jaminan penyerapan produk lokal secara total, sehingga menciptakan kepastian pasar yang sangat stabil. Fenomena ini bahkan sudah mulai terlihat di lapangan, seperti petani wortel di Nusa Tenggara Timur yang merasakan kenaikan harga jual hingga tiga kali lipat.
Kenaikan serapan ini berdampak langsung pada lonjakan Nilai Tukar Petani (NTP). Saat ini, rata-rata NTP nasional sudah menyentuh angka 125, naik signifikan dari posisi sebelumnya yang hanya di angka 102. Dengan angka 125, petani kini memiliki ruang investasi sebesar 25 poin untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. Dadan optimis program MBG mampu mendongkrak NTP hingga menembus angka 150.
Perputaran uang yang masif ini menjadi mesin penggerak ekonomi yang luar biasa cepat. BGN memprediksi peredaran dana hingga Maret 2026 saja akan mencapai Rp62 triliun. Angka ini jauh melampaui stimulus ekonomi tahun lalu pada periode yang sama sebesar Rp37 triliun yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 4,7 persen.
Banyak pelaku usaha di daerah melaporkan bahwa likuiditas atau ketersediaan uang tunai di lapangan kini jauh lebih mudah mereka temukan. Penyaluran dana yang merata dan masif di awal tahun ini menjadi stimulus nyata yang langsung menggerakkan roda ekonomi dari sektor paling bawah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media